BERITA TERKINI
Wali Kota Dumai Peringatkan Provider Internet Usai Kabel Fiber Optik Menjerat Pengendara

Wali Kota Dumai Peringatkan Provider Internet Usai Kabel Fiber Optik Menjerat Pengendara

Wali Kota Dumai H Paisal menyatakan prihatin atas insiden kabel fiber optik yang terjuntai di Jalan Ahmad Yani, Dumai, hingga menjerat leher warga dan menyebabkan korban terluka. Ia menilai kejadian semacam ini seharusnya tidak terjadi apabila penyedia layanan internet bertanggung jawab terhadap jaringan yang mereka pasang.

Menurut Paisal, para provider semestinya memiliki tim yang rutin memantau kondisi jaringan di lapangan. Dengan pemantauan harian, kabel yang kendor atau putus dapat segera diperbaiki sebelum membahayakan pengguna jalan. Ia menilai kurangnya kepedulian terhadap kondisi jaringan menjadi faktor yang membuat masyarakat kembali menjadi korban.

Paisal meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menindaklanjuti kasus tersebut dan menyelesaikannya hingga tuntas agar tidak ada lagi korban akibat kabel yang menjuntai. Ia juga menegaskan pemerintah akan bersikap tegas, mengingat kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi. Jika provider tidak merapikan kabel optik yang berserakan di tiang-tiang serta lambat merespons perbaikan kabel terjuntai, ia menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas.

Sebelumnya, seorang pemuda berinisial MAV, warga Jayamukti, menjadi korban setelah lehernya terjerat kabel fiber optik yang membentang di tengah Jalan Ahmad Yani (Tegalega). Peristiwa itu terjadi saat korban pulang kerja pada Kamis dini hari, 19 Februari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Korban mengendarai sepeda motor dan tidak melihat adanya kabel melintang karena kondisi jalan gelap, hingga akhirnya terjatuh.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka robek pada leher. Luka terlihat memanjang dari sisi kiri ke kanan yang diduga disebabkan jeratan dan gesekan kabel.

Dalam laporan yang sama disebutkan kabel optik terlihat berseliweran dari atas rumah hingga menyeberangi jalan, dengan sejumlah kabel menjuntai mendekati badan jalan. Ibu korban mengaku telah menghubungi pihak pemerintah daerah untuk menanyakan kepemilikan kabel di ruas Jalan Ahmad Yani. Namun, menurutnya, pihak terkait belum mengetahui secara pasti pemilik kabel-kabel tersebut karena sebagian diduga tidak memiliki izin.