Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Ta Quang Dong, menegaskan perlunya memperketat pengawasan distribusi film di internet melalui penyempurnaan mekanisme serta penguatan langkah teknis dan manajerial. Ia menyampaikan bahwa Undang-Undang Perfilman telah mengatur lebih rinci pengelolaan distribusi film di lingkungan digital, namun pelaksanaannya di lapangan masih memerlukan pembaruan agar sejalan dengan perkembangan cepat platform daring.
Dalam pertemuan tersebut, Ta Quang Dong meminta unit-unit terkait untuk bertukar pengalaman dan mengusulkan solusi, termasuk pemanfaatan teknologi, mesin, serta perangkat lunak manajemen. Ia juga menekankan pentingnya mekanisme koordinasi yang lebih efektif guna meningkatkan inspeksi dan pengawasan konten film di ruang digital.
Salah satu target utama yang dibahas adalah pembangunan sistem data digital untuk industri film. Sistem ini diharapkan memuat informasi seperti jumlah penonton, pendapatan, serta tren konten online yang diperbarui secara bulanan dan triwulanan.
Saat ini, Departemen Film Vietnam masih banyak bergantung pada statistik dari sektor swasta. Karena itu, data tersebut dinilai perlu dilengkapi dengan sumber yang lebih andal, terutama dari platform digital besar, agar pemantauan pasar film daring dapat dilakukan lebih akurat.
Dari pihak perusahaan, Ketua Dewan Direksi FPT Telecom dan FPT Digital Joint Stock Company, Hoang Viet Anh, menjelaskan bahwa setelah 30 tahun berkembang, FPT Telecom kini menyediakan internet fiber optik kepada sekitar 5,5 juta rumah tangga, dengan sekitar 3,5 juta rumah tangga di antaranya juga menggunakan layanan televisi. Ia menambahkan, platform FPT Play memungkinkan pengguna mengakses konten di berbagai perangkat dengan dukungan infrastruktur jaringan.
Hoang Viet Anh menyatakan perusahaannya telah bekerja sama erat dengan Departemen Film, khususnya dalam penerapan teknologi untuk manajemen konten. Menurutnya, sistem pengelolaan FPT Play telah didigitalisasi dan menggunakan perangkat lunak serta alat berbasis AI untuk mendeteksi dan memberikan peringatan otomatis terhadap pelanggaran hukum Vietnam. Ia menyebut seluruh konten yang dipublikasikan mengikuti ketentuan peringkat usia, menyertakan peringatan, dan dilaporkan secara berkala kepada otoritas pengatur.
Ia juga menyoroti bahwa sekitar 82% rumah tangga di seluruh negeri menggunakan internet melalui tiga penyedia jaringan utama. Dalam konteks ini, data pengguna dinilai dapat menjadi sumber informasi penting bagi lembaga pengatur untuk memahami tren menonton film, sehingga dapat membantu memandu konten dan memperkuat kontrol.
Selain pengelolaan konten, FPT juga disebut tengah menguji penggunaan AI untuk pembuatan subtitle dan sulih suara film asing. Upaya ini diklaim dapat meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus mengoptimalkan proses penyensoran.
Dalam pertemuan yang sama, perwakilan Departemen Perfilman menyampaikan harapan agar pelaku bisnis menyediakan data secara transparan dan tepat waktu. Data tersebut dinilai penting untuk membantu lembaga pengelola memantau dan membimbing perkembangan pasar film daring.
Menutup pertemuan, Ta Quang Dong menekankan keinginan membangun sistem manajemen tersinkronisasi untuk menyimpan catatan film dan data distribusi secara digital. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi prosedur administratif serta meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu, baik bagi lembaga manajemen maupun pelaku usaha.
Ia juga menegaskan perlunya pemisahan data secara jelas antara sektor film dan musik, dengan penyediaan statistik mingguan dan bulanan secara berkala untuk mendukung kebutuhan pengelolaan. Berdasarkan arahan tersebut, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata menugaskan Departemen Perfilman untuk melanjutkan koordinasi dengan FPT Telecom dan unit terkait guna mengimplementasikan solusi konkret demi meningkatkan efektivitas pengawasan film di dunia maya sesuai kebutuhan pengembangan industri pada fase baru.