Pengguna individu di Vietnam diperkirakan perlu menyiapkan biaya sekitar 11,5 juta VND pada bulan pertama untuk mulai berlangganan layanan internet satelit Starlink. Perkiraan ini disampaikan berdasarkan informasi dari Departemen Telekomunikasi di bawah Kementerian Sains dan Teknologi.
Rincian biaya bulan pertama mencakup pembelian peralatan terminal sekitar 9,2 juta VND (350 USD) serta biaya berlangganan internet sebesar 85 USD per bulan, atau sekitar 2,2 juta VND.
Meski demikian, angka tersebut masih bersifat perkiraan dari perusahaan. Harga resmi baru akan ditetapkan ketika penyedia meluncurkan layanan dan mengumumkan tarif sesuai ketentuan yang berlaku. Besaran biaya akhir disebut akan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kemajuan penyelesaian sistem stasiun gerbang (gateway) di Vietnam dan biaya operasional aktual.
Jika dihitung untuk satu tahun penuh, total pengeluaran pengguna diperkirakan berada di kisaran 34–35 juta VND. Nilai tersebut terdiri dari 9,2 juta VND untuk peralatan terminal dan sekitar 26 juta VND untuk biaya berlangganan selama 12 bulan.
Mulai tahun kedua dan seterusnya, pengguna tidak perlu membeli peralatan baru dan hanya membayar biaya berlangganan bulanan, dengan total sekitar 26 juta VND per tahun.
Dibandingkan negara lain yang sudah lebih dahulu menggunakan Starlink, kisaran harga di Vietnam dinilai sejalan dengan tarif pasar umum. Sebagai perbandingan, biaya berlangganan Starlink di Filipina sekitar 2.700 peso (hampir 50 USD) per bulan, di Indonesia sekitar 750.000 rupiah (45 USD), sementara di sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Prancis berada pada kisaran 40–70 euro per bulan. Di Jepang, pengguna membayar sekitar 6.000–7.000 yen (45–50 USD), sedangkan di Amerika Serikat paket untuk pelanggan individu dapat mencapai 120 USD per bulan.
Selain paket layanan perumahan, Starlink juga menyediakan paket bisnis dengan biaya lebih tinggi untuk mendukung lebih banyak perangkat dan prioritas bandwidth yang lebih besar. Layanan juga tersedia untuk kendaraan bergerak, kapal, dan maskapai penerbangan, dengan biaya yang lebih tinggi karena memerlukan peralatan khusus.
Di Vietnam, Starlink saat ini beroperasi berdasarkan lisensi uji coba selama lima tahun dengan batas maksimum 600.000 pelanggan. SpaceX diwajibkan mendirikan badan hukum di Vietnam serta membangun stasiun gerbang darat untuk mengarahkan lalu lintas. Saat ini, stasiun gerbang telah dilisensikan untuk beroperasi di Da Nang, Phu Tho, dan dua lokasi di Kota Ho Chi Minh.
Starlink dipandang sebagai penghubung penting dalam upaya mengintegrasikan internet satelit ke dalam infrastruktur telekomunikasi nasional, sekaligus memenuhi persyaratan keamanan. Namun layanan ini tidak diposisikan sebagai pesaing utama jaringan fiber optik di wilayah perkotaan. Perannya lebih sebagai pelengkap, terutama untuk daerah terpencil, pulau-pulau, serta sebagai saluran komunikasi cadangan saat terjadi bencana.
Bagi pengguna yang tinggal di wilayah dengan jaringan fiber optik yang sudah mapan, Starlink disebut mungkin bukan pilihan paling hemat biaya. Namun untuk daerah yang sulit dijangkau pembangunan infrastruktur atau membutuhkan koneksi cadangan, layanan ini dinilai dapat menjadi solusi yang layak.