BERITA TERKINI
Wagub Sulteng Buka Rakor Program TPH 2026, Resmikan Wisma Tani dan Luncurkan Aplikasi SI Giling

Wagub Sulteng Buka Rakor Program TPH 2026, Resmikan Wisma Tani dan Luncurkan Aplikasi SI Giling

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Renny A. Lamajiddo membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kamis (30/4/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Wisma Tani serta peluncuran aplikasi SI Giling sebagai bagian dari penguatan digitalisasi sektor pertanian.

Rakor berlangsung secara hybrid dan diikuti sekitar 150 peserta. Peserta berasal dari perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian kabupaten/kota, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, BMKG, serta para pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya.

Dalam sambutannya, Renny menekankan rakor memiliki peran strategis untuk memperkuat sektor tanaman pangan dan hortikultura sebagai penopang perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan. “Rapat koordinasi ini memiliki makna yang sangat strategis dalam upaya memperkuat sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura sebagai salah satu pilar perekonomian daerah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tema penguatan ketahanan pangan melalui inovasi menjadi refleksi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan, sekaligus mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi dan data.

Peluncuran aplikasi SI Giling (Sistem Informasi Gilingan Padi Terintegrasi) disebut sebagai langkah konkret menuju sistem pertanian modern. Aplikasi ini menyediakan data terintegrasi terkait penggilingan padi, harga gabah dan beras, serta informasi stok pangan secara real time untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat.

Selain itu, Wisma Tani dihadirkan sebagai fasilitas pendukung bagi pelaku sektor pertanian yang berkunjung ke Kota Palu, sekaligus menjadi salah satu upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Renny turut menekankan pentingnya penyediaan data yang valid dan sinergi antardaerah agar program pembangunan pertanian berjalan efektif. “Kalau data kuat, maka kebijakan kita akan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas TPH Sulawesi Tengah melaporkan rakor bertujuan menyelaraskan program pembangunan pertanian dengan arah kebijakan daerah, meningkatkan produktivitas, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Melalui rakor tersebut, pemerintah berharap terbangun sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan dan mendorong sektor pertanian Sulawesi Tengah menjadi lebih modern, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program prioritas daerah Berani Makmur.