Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengukuhkan empat profesor baru dari berbagai disiplin ilmu dalam prosesi yang dipimpin Rektor UNNES Prof. Dr. S Martono, M.Si. Pengukuhan berlangsung di Auditorium UNNES Sekaran, Gunungpati, Senin (20/4).
Dalam sambutannya, rektor menyampaikan bahwa kehadiran para guru besar tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat.
Empat profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes. (Pedagogi Olahraga), Prof. Dr. Widodo, M.Sn. (Seni Budaya—Karawitan Jawa), Prof. Dr. Sigit Priatmoko, M.Si. (Kimia Terapan), dan Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd. (Keterampilan Berbicara).
Prof. Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes., yang juga Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, memperkenalkan model pembelajaran olahraga yang mengintegrasikan penguasaan teknik dengan pengembangan karakter. Ia menggabungkan pendekatan Long-Term Athlete Development (LTAD) dan Game-Centered Approach (GCA) untuk mendorong pendidikan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pencetakan atlet, tetapi juga penguatan motivasi serta kemampuan pengambilan keputusan peserta didik.
Di bidang seni budaya, Prof. Dr. Widodo, M.Sn., dikenal sebagai pakar karawitan yang mengembangkan inovasi rekonstruksi laras dan model garap gending. Ia disebut aktif membawa seni tradisional Jawa ke kancah internasional, termasuk memperkenalkan gamelan di sejumlah universitas di Amerika Serikat dan Prancis. Prof. Widodo juga tercatat memiliki 28 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya musiknya serta mengemban amanah sebagai Ketua Harian PEPADI Jawa Tengah.
Sementara itu, Prof. Dr. Sigit Priatmoko, M.Si., menekuni riset kimia terapan yang diarahkan pada solusi krisis energi dan lingkungan. Ia mengembangkan material maju untuk produksi energi bersih berupa hidrogen, serta pengolahan limbah berbasis biomassa lokal. Inovasi yang dikembangkan mencakup fotokatalis dan sensor kimia yang dirancang untuk diterapkan pada sektor industri, dengan tujuan mendukung kemandirian teknologi nasional yang ramah lingkungan.
Dari bidang pendidikan bahasa, Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd., Guru Besar pendidikan bahasa Jepang, mengembangkan pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat berlatih komunikasi lintas budaya dan penguasaan keigo (bahasa hormat) dalam situasi yang autentik, dengan harapan memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.