Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Risiko UB (SEMAR UB) sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan berbasis risiko. Peluncuran ini digelar pada Kamis (30/4/2026) dan dibuka oleh Rektor UB Prof. Widodo di lantai 3 guest house UB.
SEMAR UB dihadirkan sebagai bagian dari komitmen UB dalam menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi dan berkelanjutan, sejalan dengan standar internasional ISO 31000:2018. Sistem tersebut dirancang untuk membantu seluruh unit kerja di lingkungan UB dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan potensi risiko yang dapat memengaruhi kinerja organisasi.
Prof. Widodo menekankan bahwa penerapan manajemen risiko tidak lagi sebatas kebutuhan administratif, melainkan fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan. Ia menyebut SEMAR UB diharapkan memastikan setiap pengambilan keputusan didasarkan pada pertimbangan risiko yang matang, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kualitas layanan dan kinerja institusi secara menyeluruh.
Menurutnya, digitalisasi melalui aplikasi SEMAR UB juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi, serta memudahkan pelaporan risiko secara real-time di seluruh lini organisasi.
Peluncuran SEMAR UB mendapat respons positif dari berbagai pihak di lingkungan kampus. Sistem ini dinilai dapat memperkuat budaya sadar risiko (risk awareness) di kalangan civitas akademika, sekaligus mendorong setiap unit kerja lebih proaktif dalam mengelola potensi risiko, meminimalisasi dampak negatif, dan mengoptimalkan peluang yang ada.
Melalui langkah tersebut, UB menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan tata kelola modern dalam mendukung pencapaian visi sebagai institusi pendidikan berdaya saing global.