BERITA TERKINI
Unissula Siap Kolaborasi Riset dengan BRIN, Dorong Inovasi dan Hilirisasi Penelitian

Unissula Siap Kolaborasi Riset dengan BRIN, Dorong Inovasi dan Hilirisasi Penelitian

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) akan mendapatkan pendanaan untuk berkolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat posisi Unissula sebagai pusat riset di Jawa Tengah serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BRIN sekaligus Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ICMI, Prof Dr Arif Satria SP MSi, saat memberikan kuliah umum di Unissula pada Jumat (24/4/2026).

Arif menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan sangat ditentukan oleh kegiatan riset dan pengembangan (Research and Development/RnD), penelitian, serta inovasi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang hanya bertumpu pada sumber daya alam akan menghadapi tantangan lebih berat, sementara inovasi dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing negara.

Menurut Arif, terdapat korelasi positif antara Global Innovation Index (GII) dan produk domestik bruto (PDB) per kapita. Dalam konteks tersebut, ia menyebut peran BRIN antara lain membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%.

Arif juga memaparkan tiga arah peran BRIN, yakni memajukan riset dan inovasi untuk produktivitas serta daya saing UMKM, memajukan riset dan inovasi industri atau swasta di Indonesia, dan memfasilitasi co-development agar teknologi maju dunia dapat masuk ke Indonesia.

Ia menyoroti kontribusi swasta dalam RnD di Indonesia yang disebut baru mencapai 12%. Sementara itu, di Korea dan Jepang, serta terutama Tiongkok, kontribusi tersebut telah berada di atas 50%. Arif menilai kondisi itu menunjukkan kuatnya RnD di tingkat perusahaan, termasuk besarnya proporsi peneliti dalam satu perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, Arif menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi sebagai penggerak klaster inovasi, dengan catatan klaster dibentuk berdasarkan ekosistem tertentu.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH, berharap tema dan kolaborasi yang dibahas dapat menjadi inisiator agar pejabat struktural mulai mengembangkan arah penelitian di Unissula. Ia mendorong pergeseran dari penelitian dasar menuju penelitian berdampak yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan masyarakat, dengan fokus pada isu energi, pangan, serta pengentasan kemiskinan, khususnya di Jawa Tengah.

Gunarto juga menyebut Unissula telah memiliki dua dari 30 penelitian yang akan dihilirisasi oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, yang memiliki perusahaan untuk mendukung proses hilirisasi. Dua riset tersebut meliputi penelitian penggunaan bahan alam sebagai skincare oleh Dr apt Naniek Widyaningrum dari Fakultas Farmasi, serta karya portable penanggulangan banjir oleh Prof Dr Ir Imam Slamet Wahyudi DEA.