BERITA TERKINI
Unismuh Makassar dan UTHM Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas AI, Kesehatan Darurat, dan Inovasi Limbah Sawit

Unismuh Makassar dan UTHM Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas AI, Kesehatan Darurat, dan Inovasi Limbah Sawit

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kuliah tamu internasional dengan menghadirkan akademisi dari Malaysia sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas disiplin, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan medis, isu kesehatan darurat dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), hingga inovasi pengolahan limbah kelapa sawit.

Kegiatan tersebut dimoderatori Dr. Irnawati dan merupakan kolaborasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Teknik Unismuh Makassar dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Sejumlah narasumber hadir, antara lain Associate Professor Dr. Muhammad Faisal, Dr. dr. Andi Weri Sompa, dan Prof. Dr. Muhammad Zaki bin Noh.

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama internasional membuka ruang pertukaran pengetahuan yang lebih luas di tengah tantangan global yang kian kompleks.

“Kolaborasi lintas batas sangat penting untuk memperluas wawasan akademik dan meningkatkan mutu pendidikan di era globalisasi,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Associate Professor Dr. Muhammad Faisal membahas urgensi literasi AI dalam pendidikan dan riset medis. Ia menilai AI dapat dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran adaptif, simulasi klinis, serta analisis data penelitian. Namun, ia mengingatkan agar penerapannya tetap memperhatikan etika, validasi ilmiah, dan tanggung jawab manusia.

“AI bukan pengganti manusia, melainkan alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian jika digunakan secara kritis dan bertanggung jawab,” katanya.

Sesi berikutnya diisi Dr. dr. Andi Weri Sompa yang mengangkat tema SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, khususnya dari perspektif layanan kesehatan darurat. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan dalam sistem penanganan darurat di Indonesia, termasuk keterbatasan respons cepat dan pemerataan layanan.

Menurutnya, sistem kesehatan yang kuat tidak hanya bergantung pada layanan rutin, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi krisis seperti bencana dan kasus darurat medis.

“Tanpa sistem penanganan darurat yang kuat, pencapaian SDGs akan tetap rapuh, terutama saat terjadi krisis,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk antara tenaga medis dan insinyur, untuk membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Pada sesi ketiga, Prof. Dr. Muhammad Zaki bin Noh memaparkan inovasi pemanfaatan limbah kelapa sawit, khususnya palm oil fuel ash (POFA), sebagai material teknik berkelanjutan. Ia menjelaskan, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan konstruksi seperti beton, keramik, hingga material pelapis, sehingga berpotensi mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

“Transformasi limbah menjadi produk bernilai merupakan langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular,” jelasnya.

Kuliah tamu ini juga diisi diskusi interaktif yang membahas peluang kolaborasi riset antara Unismuh Makassar dan UTHM ke depan. Peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir.

Kegiatan ditutup oleh Dr. Zahrul Akmal Bin Damin, Direktur TRANSFORM UTHM, yang menyoroti pentingnya ekspansi dan perluasan implementasi kerja sama lintas fakultas. Melalui forum ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi akademik terhadap isu-isu global.