Universitas Islam Malang (UNISMA) memperoleh pendanaan riset dari program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia) untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang berakar pada kearifan lokal di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Riset bertajuk “Transformative Learning in NTB: A Project-Based Collaborative Model for Primary Education Grounded in Lumbung Commoning” ini direncanakan berlangsung selama satu tahun dan dimulai pada Maret 2026. Program tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi pendidikan dasar agar lebih ramah bagi kelompok rentan.
Dalam pelaksanaannya, UNISMA menggandeng sejumlah mitra, yakni Charles Darwin University (Australia), PW LP Ma’arif NTB, dan Isnawadi NTB. Kolaborasi ini disebut menggabungkan pendekatan akademik dengan pengalaman lapangan, sekaligus selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan.
Ketua tim peneliti, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., menyampaikan riset ini dikerjakan oleh delapan peneliti lintas disiplin, termasuk bidang pendidikan dan pertanian, untuk memastikan pendekatan yang menyeluruh. Ia menekankan bahwa riset tersebut ditujukan agar menghasilkan dampak nyata, tidak berhenti sebagai kajian akademik semata.
“Kami ingin menghadirkan riset yang tidak hanya berhenti di perpustakaan sebagai naskah akademik. Hibah KONEKSI ini adalah peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui model pembelajaran yang inklusif dan kontekstual,” ujar Muhammad Yunus.
Riset ini mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Sejumlah unsur masyarakat dilibatkan, mulai dari budayawan Sasak, tokoh agama, aktivis perempuan, hingga orang tua murid, untuk membangun sistem pendukung bagi siswa penyandang disabilitas.
Rektor UNISMA Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D. mengapresiasi capaian tersebut dan menilai keberhasilan memperoleh hibah internasional menunjukkan pengakuan terhadap kualitas riset kampus. “Pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen kami menuju World Class University. Kolaborasi global semacam ini menjadi fondasi penting bagi UNISMA untuk terus berinovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat luas,” kata Junaidi dalam keterangannya.
Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Bupati Lombok Utara disebut memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan riset di wilayahnya. Ke depan, hasil riset direncanakan tidak hanya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi juga dipresentasikan di Australia dan Brunei Darussalam sebagai contoh praktik baik pendidikan inklusif.
Melalui program KONEKSI, UNISMA menargetkan perluasan jejaring riset internasional sekaligus mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan melalui inovasi pendidikan inklusif.