BOJONEGORO – Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam waktu dekat berencana memiliki hutan pendidikan dan laboratorium alam sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran dan riset. Kawasan yang disiapkan berada di Petak 153M RPH Dodol, BKPH Gondang, dengan luas 7,02 hektar.
Pada Selasa (21/4/26), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro bersama perwakilan Perum Perhutani KPH Bojonegoro serta perencana hutan wilayah (PHW) melakukan delineasi kawasan untuk penetapan area hutan pendidikan tersebut.
Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., mengatakan pihaknya sedang menyusun draf perjanjian kerja sama (PKS) agar status hutan pendidikan dan laboratorium alam itu dapat disahkan. Menurutnya, langkah ini berawal dari ditebangnya habitat alami anggrek endemik Bojonegoro, Dendobrium capra, pada akhir Desember lalu.
Laily menjelaskan, delineasi kawasan ditentukan berdasarkan keberadaan pohon jati berusia tua. Ia menyebutkan, keberadaan jati tua menjadi indikator karena berasosiasi dengan habitat anggrek tersebut.
Ia menilai kawasan hutan di Desa Pajang itu dapat dimanfaatkan civitas akademika Unigoro sebagai ruang belajar terbuka mengenai ekosistem. Sebagai contoh, mata kuliah ekologi hutan jati di Program Studi Ilmu Lingkungan Unigoro dapat melakukan praktik lapangan secara langsung di lokasi. Selain untuk pembelajaran, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi tempat riset dosen dan mahasiswa, sekaligus upaya menjaga keanekaragaman hayati hutan jati.
Laily menambahkan, Unigoro juga berencana memfasilitasi pelajar yang ingin melihat hutan jati secara langsung, termasuk pengamatan Dendobrium capra, sehingga kawasan itu diharapkan menjadi pusat pendidikan lingkungan yang terbuka bagi masyarakat.
Rencana peresmian hutan edukasi dan laboratorium alam Unigoro di RPH Dodol Gondang disebut akan dilakukan bulan depan dan dijadwalkan diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P.