Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meluncurkan Program Studi S1 Artificial Intelligence (AI) sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan meningkatnya perhatian pada isu lingkungan. Langkah ini disebut sebagai upaya kampus menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri global dan tantangan pendidikan tinggi yang kian kompleks.
Rektor UMN Andrey Andoko mengatakan, perguruan tinggi kini tidak lagi cukup mengandalkan pembelajaran konvensional. Menurutnya, kurikulum perlu mengintegrasikan teknologi digital sekaligus prinsip keberlanjutan agar relevan dengan perubahan zaman.
Ia menyoroti dua arah utama yang saat ini mendorong perubahan global, yakni digital economy yang ditopang AI, otomasi, dan big data, serta green economy yang menempatkan sustainability sebagai aspek penting. “Sekarang ini kita menghadapi dua global drive, yaitu digital economy AI, automation, big data dan juga green economy, di mana aspek sustainability menjadi sangat penting,” ujar Andrey Andoko di Ascott Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Andrey juga menilai perkembangan AI telah mengubah cara manusia mengakses pengetahuan. Informasi kini lebih mudah diperoleh, termasuk melalui berbagai layanan berbasis AI. Dalam konteks ini, ia menekankan perlunya penyesuaian metode pengajaran di kampus. “Kalau dosen hanya berbicara di depan kelas, sementara mahasiswa sudah bisa mengakses informasi yang sama melalui AI, itu sudah tidak efektif lagi,” ujarnya.
Untuk menjawab perubahan tersebut, UMN menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan proyek. Metode ini dipandang lebih efektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa.
Di sisi lain, AI diposisikan sebagai alat pendukung dalam proses akademik, bukan pengganti manusia sepenuhnya. UMN tidak melarang penggunaan AI, namun menekankan pentingnya pemanfaatan secara bertanggung jawab. “Kami tidak melarang penggunaan AI, karena itu sudah tidak mungkin. Tapi yang penting adalah bagaimana menggunakan AI secara responsible, tidak sekadar copy-paste,” kata Andrey.
Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum. UMN mengintegrasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam kegiatan akademik maupun non-akademik untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berbasis lingkungan. “Mahasiswa perlu memiliki green skills, karena ke depan aspek sustainability akan menjadi kebutuhan utama di berbagai industri,” tambahnya.
Melalui pengembangan program AI ini, UMN menekankan fokus pada teknologi, etika, serta konsep Sustainable AI dengan mengaitkannya pada prinsip keberlanjutan. Kampus juga mendorong kolaborasi internasional serta penguatan kemampuan manusia (human skills) agar lulusan dinilai siap bersaing di tingkat global.