BERITA TERKINI
UB Luncurkan BOUMI, Skincare Anak Berbahan Alami Hasil Kolaborasi Pentahelix

UB Luncurkan BOUMI, Skincare Anak Berbahan Alami Hasil Kolaborasi Pentahelix

Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan BOUMI, merek personal care (skincare) anak berbasis bahan alami, di Omah Atsiri, Batu Love Garden (Baloga), Kota Batu, Jawa Timur, Jumat. Peluncuran ini ditujukan untuk membawa hasil riset kampus agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama UB, Unti Ludigdo, mengatakan UB tidak ingin hasil penelitian dan inovasi para penelitinya berhenti di tahap publikasi atau berakhir sebagai “death valley”. Menurutnya, riset perlu hadir dalam bentuk yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

BOUMI dikembangkan melalui kolaborasi Pentahelix ABCGM yang melibatkan unsur akademisi (UB), bisnis (Cedefindo–Martha Tilaar Group), komunitas (Batu Love Garden–Jatim Park), pemerintah (Direktorat Inovasi & Kawasan Sains dan Teknologi serta BMU UB), dan media. Model kerja sama ini disebut menjadi jembatan untuk membawa inovasi dari laboratorium ke pasar, sehingga lebih cepat diakses keluarga Indonesia.

Kepala Program Studi Kesehatan Kulit Fakultas Kedokteran UB, Dr dr Sinta Murlistyarini, menjelaskan BOUMI hadir dari kebutuhan pasar yang dinilai belum terpenuhi secara optimal. Ia menyebut produk personal care yang tersedia selama ini cenderung berada pada dua kutub: produk bayi yang terlalu ringan dan produk dewasa yang terlalu keras untuk kulit anak.

Secara ilmiah, Sinta menerangkan kulit anak memiliki struktur berbeda dibanding orang dewasa. Lapisan stratum korneum pada anak lebih tipis, lebih permeabel, dan lebih rentan terhadap iritasi bahan kimia. Karena itu, BOUMI dirancang dengan pendekatan dermatologi pediatrik, antara lain pH-balanced, bebas pewangi sintetis keras, serta menggunakan emolien yang mendukung perkembangan skin barrier anak.

Salah satu inovasi yang disorot adalah Hi-To-Go Sun Protector SPF 30+ yang menggunakan bahan aktif stigma silk atau rambut jagung. Dosen Teknologi Pertanian UB sekaligus penemu formulasi, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, mengatakan stigma silk selama ini kerap dianggap limbah pertanian. Padahal, bahan tersebut mengandung ferulic acid dan flavonoid yang memiliki kapasitas absorpsi UV signifikan.

Rosalina yang akrab disapa Ocha menyatakan sunscreen berbasis rambut jagung itu telah melalui uji SPF secara in vitro dan in vivo, dengan hasil konsisten memenuhi standar SPF 30+ yang direkomendasikan untuk anak di iklim tropis. Ia juga menilai inovasi ini berpotensi memberi dampak ekonomi karena menciptakan permintaan baru terhadap limbah pertanian dari petani jagung lokal.

Dalam lini pertama, BOUMI menghadirkan tujuh produk, yaitu sampo, sabun mandi, sunscreen, cologne, body spray anti-nyamuk, sabun cuci tangan, dan pomade rambut anak. Seluruh produk dirancang dengan pengalaman sensorik yang menyenangkan, mulai dari aroma, tekstur, hingga kemasan, untuk mendorong anak lebih antusias menjaga kebersihan diri.

Kepala Institute Atsiri UB, Warsito, menyebut kekuatan utama BOUMI terletak pada pemanfaatan minyak atsiri lokal yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah. Ia mengatakan senyawa aktif atsiri Indonesia memiliki fungsi seperti antimikroba, antiinflamasi, dan pelembap, yang menurutnya telah dibuktikan melalui riset lebih dari satu dekade dan berbasis data saintifik dari lebih 40 spesies tanaman atsiri Indonesia.

Direktur Batu Love Garden (Baloga), Isa Mei Wahyuni, menyatakan kolaborasi dengan UB dipilih karena kesamaan visi untuk menghadirkan produk yang aman, berbasis riset, dan mengangkat potensi lokal. Ia menambahkan jaringan wisata Jatim Park yang menjangkau jutaan keluarga setiap tahun dinilai dapat menjadi kanal strategis untuk distribusi sekaligus edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan kulit anak.