Country Manager Trend Micro Indonesia sekaligus perwakilan Cloud Security Alliance (CSA), Laksana Budiwiyono, menyatakan perusahaan atau lembaga idealnya mengalokasikan sekitar 10% hingga 12% dari kebutuhan pengembangan teknologi informasi (TI) untuk proteksi data. Menurutnya, langkah ini penting mengingat potensi kerugian akibat kebocoran data dapat mencapai jutaan dolar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog bersama Muhammad Gibran dalam program Profit di CNBC Indonesia pada Kamis (5/12/2019), yang turut membahas upaya Trend Micro Indonesia dalam bisnis pengamanan data.