Perjalanan mudik dan balik Lebaran 2026 dirasakan lebih terencana oleh Putri Ayu Nilakandi. Jika pada tahun sebelumnya ia kerap diliputi ketidakpastian di jalan, kali ini Ayu mengandalkan aplikasi digital Travoy saat menempuh perjalanan dari Madiun menuju Malang melalui jalan tol.
Ayu mengunduh Travoy yang dikembangkan Jasa Marga menjelang mudik. Meski baru digunakan, ia mengaku langsung merasakan manfaatnya, terutama fitur CCTV (Closed-Circuit Television) real time yang memungkinkan pengguna memantau kondisi ruas tol dari ponsel.
Menurut Ayu, informasi dari CCTV membantunya mengambil keputusan selama perjalanan, apakah tetap melaju atau mempertimbangkan alternatif. “Adanya vitur CCTV sangat membantu, karena bisa melihat kondisi jalan tol yang rencananya akan dilewati, untuk mempertimbangankan lancar atau macet,” ujarnya.
Dengan bantuan informasi tersebut, Ayu menyebut perjalanan mudik dari Madiun ke Malang pada 17 Maret 2026 berjalan lancar. Ia berangkat pukul 20.00 dan tiba di Malang pukul 23.30. “Saya berangkat dari Madiun pukul 20.00 sampai Malang pukul 23.30, karena memang santai dan perjalanan lancar,” ucapnya.
Namun situasi berbeda terjadi saat arus balik. Ayu menuturkan volume kendaraan meningkat dan kepadatan terjadi, terutama menjelang gerbang tol di kawasan Gempol. “Saat arus balik, membutuhkan waktu lebih lama karena sempat menemui kemacetan,” katanya.
Di tengah kepadatan tersebut, Ayu kembali memanfaatkan Travoy untuk memantau lalu lintas dan mengantisipasi titik macet. “Saya mengecek lalu lintas melalui Travoy sesekali saja, sekiranya jalan terlihat padat, untuk mengantisipasi terjebak di tengah kemacetan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Arie Irianto mengatakan aplikasi Travoy terus disempurnakan agar dapat membantu pengguna jalan merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Menurutnya, berbagai informasi terkait perjalanan tol dapat diakses dalam satu aplikasi.
“Di aplikasi Travoy bisa dapat semua informasi. Misal dari Jakarta ke Surabaya, berapa tarif yang perlu disiapkan, berapa e-money yang perlu diisi,” ujar Arie.
Arie juga menyebut Travoy menyediakan informasi lain, seperti lokasi SPBU dan SPKLU, lokasi tempat istirahat, tempat makan, serta fitur CCTV real time. Di ruas tol JNK, kamera pemantau disebut terpasang setiap satu kilometer.
Selain itu, Travoy dapat digunakan untuk mencari informasi diskon tarif tol. Menurut Arie, hal ini dapat membantu pengguna menentukan waktu keberangkatan dan kepulangan. “Sehingga kita bisa menentukan perjalanan, kapan berangkat dan kembali. Itu bisa kita siapkan, selain menyiapkan kondisi fisik dan kendaraan, saya kira kalau semua sudah direncanakan dengan baik, bisa meminimalkan resiko kendala di jalan,” ucapnya.