KARIMUN — Tokoh pemuda sekaligus putra daerah kelahiran Kecamatan Ungar, Assril, menyoroti kendala keterbatasan akses jaringan internet yang dinilai masih terjadi di sejumlah desa di wilayah tersebut. Ia menilai kondisi itu kontras dengan pesatnya perkembangan teknologi pada 2026.
Menurut Assril, persoalan jaringan internet menimpa beberapa desa berpenduduk padat di Kecamatan Ungar. Ia menyebut, meski infrastruktur telekomunikasi disebut sudah dibangun oleh kontraktor, kualitas jaringan yang dirasakan masyarakat belum memadai.
“Kualitasnya belum optimal,” kata Assril, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan sinyal membuat sebagian warga harus berpindah ke area pelabuhan yang jaraknya jauh dari rumah untuk mendapatkan jaringan yang lebih baik. Padahal, kata dia, internet dibutuhkan untuk menunjang berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga komunikasi.
Assril juga menyampaikan keluhan para guru di salah satu desa di Kecamatan Ungar yang mengalami sinyal tidak stabil. Kondisi itu, menurutnya, membuat proses pembelajaran daring menjadi kurang efektif.
Lebih jauh, ia menilai keterbatasan akses jaringan menghambat pemanfaatan teknologi dan berpotensi memperlebar kesenjangan digital antarwilayah di Kepulauan Riau. Ia menyebut, kondisi tersebut dapat memengaruhi pola kehidupan masyarakat dan membuat warga tertinggal dalam mengikuti perkembangan informasi.
Atas situasi itu, Assril meminta perhatian serius dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah. Ia berharap masyarakat di pelosok desa dapat merasakan manfaat teknologi secara maksimal agar kemajuan dapat dirasakan lebih merata.
“Akses memadai akan menghilangkan kesenjangan pemanfaatan teknologi sehingga seluruh masyarakat dapat berkembang bersama,” ujarnya.