BERITA TERKINI
The Magic Faraway Tree Tampilkan Kisah Keluarga yang Harus Hidup Tanpa Internet dan Listrik

The Magic Faraway Tree Tampilkan Kisah Keluarga yang Harus Hidup Tanpa Internet dan Listrik

Film The Magic Faraway Tree menggambarkan bagaimana sebuah keluarga harus beradaptasi dengan kehidupan tanpa internet dan listrik ketika meninggalkan kenyamanan hidup modern dan pindah ke pedesaan. Perubahan itu menjadi titik awal cerita keluarga Thompson yang mendapati hari-hari mereka tiba-tiba jauh dari teknologi dan distraksi digital.

Tim Thompson (Andrew Garfield) dan Polly Thompson (Claire Foy) membawa anak-anak mereka ke lingkungan yang serba sederhana. Bagi kedua orang tua, kepindahan tersebut merupakan pilihan hidup. Namun bagi anak-anak mereka, situasinya terasa seperti dipaksa keluar dari dunia yang selama ini akrab dengan gawai dan koneksi internet.

Tanpa Wi-Fi dan listrik, rutinitas yang biasanya dipenuhi aktivitas digital berubah menjadi waktu yang terasa kosong. Rasa bosan muncul, sementara proses adaptasi tidak berjalan mulus.

Di tengah kondisi itu, Fran Thompson (Billie Gadsdon) menemukan sesuatu yang tidak biasa: sebuah pohon besar yang ternyata menyimpan dunia lain di dalamnya. Penemuan tersebut semula tidak langsung dipercaya, tetapi Fran berusaha meyakinkan saudara-saudaranya, Beth Thompson (Delilah Bennett-Cardy) dan Joe Thompson (Phoenix Laroche), untuk ikut melihat. Dari situlah petualangan mereka dimulai.

Pohon tersebut menyembunyikan dunia-dunia berlapis yang perlahan mengubah cara pandang mereka. Setiap lapisan menghadirkan dunia berbeda yang penuh warna, makhluk unik, dan pengalaman yang kontras dengan kehidupan mereka sebelumnya yang serba digital. Film ini menonjolkan kekuatan pada rasa penasaran dan imajinasi, bukan pada konflik besar.

Visual dunia di dalam pohon digambarkan cerah dan detail, dengan nuansa petualangan yang terus berubah tanpa dibuat membingungkan. Dalam perjalanan itu, mereka bertemu sejumlah karakter, termasuk Silky (Nicola Coughlan) yang tampil ceria dan hangat. Moonface (Nonso Anozie) turut menambah warna, sementara Saucepan Man (Dustin Demri-Burns) menghadirkan sentuhan humor. Karakter lain seperti Dame Washalot (Jessica Gunning) dan sosok nenek (Jennifer Saunders) juga memperkaya dinamika cerita.

Meski tidak mengandalkan konflik yang kompleks, film ini tetap menyisipkan momen emosional. Salah satunya ketika keputusan dan keinginan Beth memicu masalah yang membuat mereka harus kembali ke pohon untuk memperbaiki keadaan. Ketegangan hadir secukupnya tanpa mengubah nada film yang tetap ringan.

Alur cerita disusun sederhana dan mudah diikuti, selaras dengan target penonton keluarga, terutama anak-anak. Kesederhanaan itu juga memberi ruang bagi penonton dewasa untuk menikmati film tanpa beban mengikuti plot yang rumit.

Di balik latar fantasinya, film ini menyinggung isu yang dekat dengan kehidupan masa kini, seperti ketergantungan pada gawai, perubahan gaya hidup, dan upaya keluarga beradaptasi dalam kondisi baru. Perpindahan dari kehidupan digital menuju lingkungan yang lebih sederhana menjadi latar relevan, disampaikan tanpa terasa berat. Dalam keterbatasan, muncul ruang untuk membangun kembali kedekatan keluarga melalui hal-hal kecil yang sebelumnya terlewat.

The Magic Faraway Tree merupakan adaptasi dari karya klasik Enid Blyton. Film ini disutradarai Ben Gregor dengan naskah oleh Simon Farnaby. Pendekatannya menekankan pengalaman menonton yang hangat dan mudah diikuti, dengan tujuan memberi hiburan ringan. Film ini telah tayang di bioskop mulai 17 April 2026.