Tesla merilis aplikasi Robotaxi versi Android, memperluas ekosistem layanan kendaraan otonomnya setelah lebih dulu menghadirkan aplikasi serupa di iOS pada September tahun lalu. Aplikasi ini kini tersedia di Google Play Store dan menjadi bagian dari upaya Tesla mengembangkan bisnis mobilitas berbasis perangkat lunak dan kecerdasan buatan.
Melalui aplikasi Robotaxi, pengguna Android dapat memesan armada Tesla Robotaxi layaknya layanan ride-hailing, memantau perjalanan, mengatur kenyamanan kabin, hingga melakukan pembayaran digital. Kendaraan yang dipesan disebut menggunakan dukungan teknologi Full Self-Driving (FSD).
Di dalam perjalanan, aplikasi juga dapat dipakai untuk mengontrol sejumlah fungsi kendaraan. Fitur yang tersedia mencakup pengaturan suhu kabin, penyesuaian posisi kursi, pemutaran musik, pemantauan rute dan progres perjalanan secara real-time, perubahan tujuan di tengah perjalanan, serta permintaan agar kendaraan menepi atau berhenti di lokasi tertentu. Untuk pembayaran, Tesla mengintegrasikan Google Pay pada versi Android.
Meski aplikasinya sudah meluncur, layanan Robotaxi Tesla masih terbatas di Amerika Serikat. Operasionalnya disebut baru tersedia di beberapa kota besar, terutama di Texas, yakni Austin, Dallas, dan Houston. Texas dipilih karena dinilai lebih terbuka terhadap pengembangan teknologi kendaraan otonom, dengan regulasi yang relatif fleksibel sehingga pengujian dan perluasan layanan dapat dilakukan lebih cepat.
Di Austin, jumlah armada Robotaxi Tesla dilaporkan sekitar 40 unit. Namun implementasi tanpa pengemudi sepenuhnya masih bertahap: dari total tersebut, 12 unit disebut benar-benar berjalan tanpa pengemudi, sementara sisanya masih menempatkan pengawas keselamatan manusia di kursi depan.
Selain Texas, layanan Robotaxi Tesla juga tersedia di Bay Area, California. Namun, terdapat perbedaan dari sisi perizinan. Tesla disebut belum memiliki lisensi resmi untuk layanan kendaraan otonom penuh di California, sehingga armada Robotaxi di wilayah tersebut masih wajib menggunakan pengemudi yang mengawasi sistem FSD selama kendaraan beroperasi.
Peluncuran aplikasi Robotaxi di Android memperluas akses pengguna untuk mencoba layanan ini, seiring besarnya pangsa pasar Android. Di saat yang sama, perkembangan Robotaxi menunjukkan bahwa penerapan kendaraan otonom tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada aspek keamanan serta izin regulator di masing-masing wilayah.