Jakarta, 7 April 2026 — Tantangan keamanan digital di Indonesia kian kompleks seiring meningkatnya penggunaan internet di kalangan anak dan remaja. Data UNICEF tahun 2025 mencatat hampir 80 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet, dengan anak muda menghabiskan rata-rata 5,4 jam per hari di ruang digital. Namun, tingginya akses tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat keamanan yang memadai.
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tahun 2026, 50 persen anak Indonesia pernah terpapar konten seksual di media sosial. Sementara itu, 42 persen anak lainnya menyatakan merasa tidak nyaman atau takut akibat pengalaman di ruang digital. Kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya penguatan literasi dan perlindungan digital sejak dini.
Menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia menghadirkan CyberHeroes, sebuah inisiatif edukasi digital untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai keamanan siber. Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen Telkom dalam mendorong peningkatan literasi digital, khususnya bagi generasi muda agar lebih siap menghadapi risiko di ruang digital.
Dengan semangat “Bersama Jadi Bisa”, kegiatan ini mendorong terciptanya ruang belajar yang inklusif dan aman, termasuk bagi kelompok disabilitas, agar memiliki kesempatan setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Telkom menekankan pentingnya kemampuan menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan produktif untuk mendukung kehidupan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan.
Program edukasi ini dilaksanakan secara hibrida di sejumlah sekolah, yakni SMP Warga Surakarta yang diikuti 200 siswa secara daring, SLB B Pangudi Luhur Jakarta Barat dengan 100 siswa, serta SDN Blimbing 1 dan SDN Blimbing 3 Tangerang yang masing-masing diikuti 60 siswa. Total peserta yang didampingi mencapai 420 siswa.
Dalam sesi yang dirancang interaktif dan mudah dipahami, peserta mendapatkan materi mengenai bahaya perundungan siber, risiko manipulasi oleh pihak tidak dikenal, serta pentingnya kewaspadaan saat berinteraksi dengan orang asing di internet. Pendekatan ini ditujukan agar siswa mampu mengenali potensi risiko sekaligus memiliki kemampuan dasar untuk melindungi diri di ruang digital.
“Telkom Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi yang aman dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Melalui program CyberHeroes, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga data pribadi dan bersikap bijak di ruang digital sejak dini. Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya setiap anak Indonesia juga Bisa PandAI, yaitu mampu memahami dan memanfaatkan teknologi secara aman untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Pihak sekolah turut menyambut positif program tersebut. “Kami sangat mengapresiasi perhatian Telkom terhadap anak-anak kami. Materi mengenai kewaspadaan terhadap orang asing di internet sangat relevan dan membantu siswa kami untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di dunia digital,” kata Lince Saragih, Guru TIK di SLB B Pangudi Luhur.
Telkom menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang aman dan inklusif melalui penguatan literasi digital pada kelompok rentan. Inisiatif ini juga disebut sejalan dengan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar pendidikan, serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.