Sebuah studi memetakan profil pria dengan ciri tertentu yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi untuk berselingkuh. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Computers in Human Behavior pada 2020 itu menemukan pola terkait cara seseorang memandang daya tarik dirinya dan aktivitasnya di aplikasi kencan.
Dalam laporan yang dikutip dari Your Tango, studi tersebut menyebut pria yang merasa dirinya sangat menarik serta menilai performanya sukses di aplikasi kencan seperti Tinder atau Bumble cenderung memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk berselingkuh.
Peneliti menemukan adanya korelasi kuat antara persepsi diri terhadap daya tarik dengan dorongan untuk mencari validasi di luar hubungan. Secara sederhana, ketika seseorang merasa memiliki “nilai jual” tinggi di pasar kencan, godaan untuk terus memantau pilihan lain dinilai menjadi lebih besar.
Studi ini melibatkan 395 pengguna dan mengungkap bahwa sebagian responden yang sudah berada dalam hubungan serius masih tetap menggunakan aplikasi kencan. Sebanyak 40 persen responden yang tinggal bersama pasangan atau sudah menikah disebut masih aktif di aplikasi tersebut.
Dalam temuan itu, sejumlah responden menyampaikan alasan seperti “hanya untuk bersenang-senang” atau “penasaran” saat tetap menggunakan aplikasi kencan meski sudah memiliki hubungan serius.