Di tengah maraknya penggunaan aplikasi kencan, sebagian lajang mulai merasa penat dan kembali mendambakan pertemuan romantis di dunia nyata. Bagi mereka, awal hubungan yang terjadi secara langsung dianggap lebih berkesan dibandingkan sekadar saling menyukai profil di layar gawai.
Sebuah penelitian pada 2025 menyoroti kemungkinan manfaat jangka panjang dari pertemuan luring. Tim peneliti internasional dari University of Wroclaw di Polandia menganalisis data 6.646 individu yang memiliki pasangan di 50 negara.
Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa individu yang bertemu pasangannya secara luring, rata-rata melaporkan tingkat kepuasan hubungan dan intensitas cinta yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berkenalan melalui dunia maya. Peneliti menyebut kesamaan latar belakang dan lingkaran sosial sebagai faktor kuat yang berkaitan dengan tingkat kebahagiaan tersebut.
Menanggapi temuan itu, pakar hubungan sekaligus pendiri Love Discovery Institute, Carolina Pataky, Ph.D., menjelaskan bahwa pertemuan langsung membuat dua orang saling berhadapan secara nyata. Menurutnya, kesan pertama di dunia nyata melibatkan banyak elemen yang tidak bisa diwakili oleh profil daring.
“Isyarat halus seperti nada suara, bahasa tubuh, energi, dan cara seseorang bergerak di suatu ruang, semuanya menjadi bagian dari kesan pertama,” kata Pataky, dikutip dari Cosmopolitan, Kamis (7/6/2026).
Ia menambahkan, interaksi tatap muka dapat “mengaktifkan tingkat sistem saraf yang lebih dalam,” sehingga menumbuhkan rasa aman dan kedekatan yang lebih sulit ditiru melalui profil daring yang telah disusun sedemikian rupa.
Selain itu, Pataky menilai konteks sosial saat pertemuan terjadi turut berperan penting. Ia menyebut pertemuan luring kerap berlangsung dalam situasi bersama—misalnya melalui kelompok pertemanan, tempat kerja, atau acara komunitas—yang secara alami membangun kepercayaan dan akuntabilitas.
Menurut Pataky, irisan lingkaran sosial dapat menjadi fondasi tambahan bagi kelangsungan hubungan. “Lingkaran sosial di sekitar kita ibarat fondasi tak kasatmata yang ikut memperkuat hubungan. Sebaliknya, aplikasi kencan memang bisa memicu ketertarikan dengan cepat, tetapi sering kali tidak memiliki elemen penstabil tersebut,” ujarnya.