Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, masih menghadapi persoalan lemahnya jaringan internet dan telepon. Kondisi ini membuat aktivitas komunikasi dan layanan berbasis digital di desa tersebut kerap terganggu, bahkan di sejumlah titik dilaporkan masih terdapat area tanpa sinyal (blank spot).
Situasi itu terlihat pada Rabu (15/4) siang saat dilakukan penelusuran di lapangan. Selama sekitar satu jam berada di desa, layanan telepon dan pesan melalui WhatsApp tidak dapat digunakan di beberapa titik. Pesan yang dikirim hanya menunjukkan proses pemuatan, sementara panggilan telepon gagal tersambung dengan pemberitahuan agar perangkat memastikan koneksi internet tersedia.
Padahal, di Desa Simpang Yul terdapat sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, kantor desa, hingga puskesmas desa (Puskesdes) yang membutuhkan koneksi jaringan. Masalah tersebut disebut telah lama dirasakan warga. Sebagian warga bahkan terpaksa berpindah ke desa atau kelurahan lain untuk mendapatkan sinyal.
Sekretaris Desa Simpang Yul, Sarip, mengatakan kualitas sinyal di wilayahnya sudah buruk selama bertahun-tahun. Ia menyebut sinyal sempat baik pada awal 2017, namun memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
“Semenjak awal 2017 itu bagus sinyal. Parahnya dimulai tiga tahun ke belakang dari 2024, 2025 dan sekarang 2026 nambah full lelet. Kami dari desa ada aplikasi seperti Srikandi itu agak lama menunggunya. Karena pakai loading, sampai 32 menit dan apabila mati lampu terpaksa kami tunda, kecuali yang manual dan ada kadesnya,” kata Sarip.
Menurut Sarip, penyebab utama diduga berasal dari kekuatan sinyal tower yang dinilai lemah sejak awal. Keluhan warga terkait jaringan, kata dia, kerap diterima pemerintah desa. Pihak desa berharap perbaikan dapat dilakukan agar layanan di Simpang Yul setara dengan desa lain, mengingat kebutuhan jaringan semakin penting seiring digitalisasi.
“Penyebabnya dari tower, tower yang ada sangat lemah sekali. Warga banyak mengeluh tentang sinyal ini, kami selaku pemerintah desa seperti apa baiknya, ingin seperti desa lainnya, zaman sudah tren dengan digitalisasi,” ujarnya.
Dampak sinyal lemah, lanjut Sarip, dirasakan luas oleh sekolah, instansi pemerintah, hingga warga yang membutuhkan akses informasi. Ia menyebut untuk keperluan input data, aparat desa terkadang harus pergi ke wilayah lain yang sinyalnya lebih baik.
“Selain sekolah, kita di instasi pemerintah, dan warga juga bermain media sosial, informasi terkendala sinyal kami agak telat. Kami di desa ingin input data, harus ke Kelurahan Kelapa, lebih dekat dari Desa Simpang Yul, kalau ke Tempilang jauh,” katanya.
Sarip menambahkan, pemerintah desa telah berupaya mencari solusi, termasuk menyampaikan keluhan kepada DPRD Bangka Barat. “Upaya kita, sudah rapat dengan DPRD Bangka Barat, respon baik sekali, menunggu perkembangan selanjutnya tindak lanjut kemarin. Kami ini menunggu, hasil dari rapat itu,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tempilang, Rusian, mengatakan persoalan sinyal lemah tidak hanya terjadi di Desa Simpang Yul. Menurutnya, masih ada sejumlah titik di desa-desa se-Kecamatan Tempilang yang mengalami jaringan tidak stabil, bahkan blank spot.
“Hal ini terlihat dari penggunaan handphone untuk telepon maupun media sosial yang masih tidak stabil, bahkan di beberapa lokasi terdapat blank spot,” kata Rusian.
Ia mencontohkan kawasan wisata Pantai Pasir Kuning yang sinyalnya masih lemah, serta beberapa dusun di Desa Simpang Yul yang belum terjangkau jaringan. Kondisi serupa juga disebut ditemukan di arah Desa Penyampak hingga Tanjung Nyiur, yang masih memiliki sejumlah titik tanpa jaringan.
Rusian menilai kebutuhan sinyal yang kuat saat ini sangat penting untuk berbagai keperluan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Karena itu, ia berharap ada upaya penguatan sinyal dari penyedia tower agar aktivitas digital masyarakat tidak terus terganggu.
“Kita saat ini sangat menginginkan sinyal yang jelas, baik dari anak kecil hingga dewasa, menggunakan sinyal untuk berbagai kepentingan. Jadi apabila sinyal susah sangat mengganggu aktivitas digital, harapan bisa diperkuat sinyalnya dari penyedia tower,” katanya.
Menurut Rusian, beberapa waktu lalu pimpinan daerah telah memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas penguatan sinyal di Kecamatan Tempilang. Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati bersama dinas komunikasi serta pemangku kepentingan lainnya.