BERITA TERKINI
Sekolah di Era AI: Kesiapan Teknologi dan Etika Digital Jadi Kunci

Sekolah di Era AI: Kesiapan Teknologi dan Etika Digital Jadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong sekolah untuk memperkuat kesiapan tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga etika digital. Di tengah meningkatnya konektivitas masyarakat, kesiapan pendidikan dinilai tetap bertumpu pada kualitas guru, kurikulum yang relevan, serta pembentukan literasi etika dalam penggunaan teknologi.

Pada 2025, Indonesia tercatat memiliki 229,4 juta penduduk yang terkoneksi internet. Namun, angka tersebut tidak otomatis mencerminkan kesiapan sekolah menghadapi era AI. Faktor penentu tetap berada pada kemampuan pendidik dalam mengajar dan membimbing, serta kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi.

Upaya membangun literasi teknologi sejak dini terlihat dari mulai masuknya materi coding dan AI pada kelas 5. Langkah ini menunjukkan bahwa pengenalan keterampilan digital kini diarahkan lebih awal agar siswa memiliki dasar pemahaman terhadap teknologi yang semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, penguatan kompetensi teknis saja dianggap belum cukup. Kerangka UNESCO menekankan bahwa pendidikan AI juga harus mencakup aspek tanggung jawab, keamanan, dan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, sekolah dituntut menyeimbangkan pembelajaran keterampilan dengan pembentukan sikap dan pemahaman etis dalam memanfaatkan teknologi.

Dalam konteks ini, tantangan sekolah di era AI adalah memastikan kesiapan menyeluruh: guru yang kompeten, kurikulum yang adaptif, pengenalan teknologi sejak dini, serta penguatan etika digital agar penggunaan AI berlangsung aman dan bertanggung jawab.