Di tengah program digitalisasi pendidikan, SD Negeri 09 Sungai Beremas yang berada di Jorong Ranah Penantian, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, hingga kini belum memiliki jaringan internet.
Ketiadaan akses internet berdampak pada aktivitas administrasi dan pelaporan sekolah yang saat ini berbasis daring. Para guru mengaku kesulitan melakukan input data serta mengakses informasi terbaru dari dinas pendidikan.
Wakil Kepala Sekolah SDN 09 Sungai Beremas, Yuni Elfi Mitra, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan sekolah kerap mengalami hambatan saat harus mengirim atau menerima informasi penting karena tidak tersedianya jaringan internet.
“Kami sangat kesulitan untuk input data sekolah secara online. Akibatnya, kami sering terlambat menerima maupun mengirimkan informasi penting,” ujar Yuni saat dikonfirmasi di SD Negeri 09 Sungai Beremas, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Yuni, letak sekolah yang jauh dari pusat kecamatan menjadi kendala utama. Untuk mendapatkan akses internet yang lebih stabil, pihak sekolah harus menuju wilayah kecamatan yang jaringannya lebih baik.
SDN 09 Sungai Beremas tercatat memiliki 235 murid. Sekitar 20 murid di antaranya belajar di lokal jauh di wilayah Tenggo yang masih berada dalam kejorongan yang sama, namun berjarak cukup jauh dari sekolah induk.
Lokal jauh tersebut melayani kelas 1 hingga kelas 5, sementara siswa kelas 6 diwajibkan belajar di sekolah induk. Yuni menyebut kondisi ini menjadi persoalan saat musim hujan karena akses jalan yang masih berupa tanah.
Ketika hujan deras, jalan menuju sekolah kerap berubah licin dan berlumpur sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa. “Kalau musim hujan, anak-anak sering terpaksa libur karena jalan sulit dilalui,” kata Yuni.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sofyandri, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kondisi yang dialami SDN 09 Sungai Beremas.