Samsung dilaporkan tengah memperluas fitur anti-penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) ke lebih banyak perangkat Galaxy. Fitur yang sebelumnya diperkenalkan secara terbatas pada lini flagship terbaru, Galaxy S26, itu disebut masih tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat.
Indikasi perluasan fitur ini muncul dari temuan pada kode aplikasi Google Phone versi 217 beta. Dalam laporan Gizmochina pada Sabtu (11/4), sejumlah string di dalam kode tersebut mengisyaratkan bahwa fitur anti-penipuan akan segera hadir di lebih banyak perangkat, termasuk model generasi berikutnya seperti Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8.
Kemunculan berbagai nomor model internasional dalam kode yang sama juga dinilai menjadi sinyal bahwa peluncuran global sedang dipersiapkan. Jika terealisasi, pengguna Galaxy di berbagai negara berpeluang mendapatkan akses ke fitur ini dalam waktu mendatang.
Secara fungsi, fitur anti-penipuan tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan saat pengguna menerima panggilan yang mencurigakan. Sistem disebut mampu mendeteksi indikasi penipuan saat percakapan berlangsung dan menampilkan peringatan secara real-time, sehingga pengguna dapat mengambil langkah pencegahan lebih cepat.
Berbeda dari pendekatan yang hanya mengandalkan basis data nomor spam, teknologi ini disebut menganalisis pola percakapan, intonasi, serta kata-kata yang digunakan penelepon. Dengan metode tersebut, sistem diklaim dapat mengenali modus baru yang belum tercatat sebelumnya.
Dalam pengembangannya, Samsung dikabarkan memanfaatkan AI Gemini dari Google. Model AI ini bekerja langsung di perangkat (on-device processing), sehingga analisis dilakukan tanpa perlu mengirim data percakapan ke server eksternal. Pendekatan ini disebut dapat meminimalkan risiko kebocoran data sekaligus membuat fitur tetap berjalan tanpa bergantung pada koneksi internet.
Samsung juga disebut mengintegrasikan fitur tersebut langsung ke aplikasi Phone bawaan. Dengan begitu, pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan untuk memakainya. Fitur serupa sebelumnya telah hadir pada perangkat Google Pixel, dan kini Samsung dilaporkan berupaya menghadirkan kemampuan sejenis di ekosistem Galaxy.
Perluasan fitur ini muncul di tengah meningkatnya kasus penipuan digital melalui panggilan telepon yang kian beragam dan sulit dikenali. Jika benar dirilis secara global, fitur tersebut berpotensi membantu meningkatkan rasa aman pengguna, terutama di wilayah dengan tingkat penipuan telekomunikasi yang tinggi, sekaligus mengurangi risiko kerugian finansial akibat penipuan.