Saham PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 2 April 2026. Harga terkoreksi 5,75 persen ke level 2.130, di tengah sejumlah sentimen yang dinilai cukup besar namun belum tercermin pada pergerakan harga.
Secara teknikal, koreksi ini menembus MA20 dan menandai perubahan ritme jangka pendek setelah sebelumnya berada dalam fase penguatan. Penurunan juga disertai tekanan jual yang terlihat cukup kuat, mengindikasikan adanya distribusi di area atas setelah reli sebelumnya.
Berdasarkan struktur gelombang versi MNC Sekuritas, posisi WIFI saat ini berada pada bagian wave C dari wave (B). Dengan posisi tersebut, saham dinilai masih berada dalam fase koreksi lanjutan sebelum arah pergerakan berikutnya terbentuk.
Dalam jangka dekat, area 2.040 hingga 2.120 disebut sebagai zona spekulatif. Selama harga bergerak di rentang ini, pergerakan dipandang memasuki tahap pengujian keseimbangan antara tekanan jual dan peluang pembentukan dasar baru. Sementara itu, target harga berada pada kisaran 2.420 hingga 2.700, dengan level 1.975 menjadi batas bawah pengaman dalam struktur teknikal saat ini.
Di luar pergerakan harga, perubahan sentimen terlihat pada sisi kepemilikan. Pada akhir 2025, jumlah investor WIFI tercatat meningkat signifikan, bertambah 12.432 pihak dalam satu bulan menjadi total 63.074 pemegang saham. Struktur kepemilikan juga menunjukkan porsi publik yang besar, dengan free float 40,02 persen atau sekitar 2,12 miliar saham, yang membuat likuiditas relatif terbuka di pasar.
Perubahan kepemilikan ini juga dibarengi masuknya investor institusi global. Data Bloomberg mencatat BlackRock mulai mengoleksi saham WIFI sejak akhir Desember 2025 dengan nilai portofolio sekitar Rp10,26 miliar pada harga rata-rata di kisaran 3.494. Selain itu, Grace Partners of DuPage LP dan Nationwide Fund Advisors juga tercatat masuk dengan nilai investasi puluhan miliar rupiah.
Dari sisi bisnis, perusahaan menjalankan ekspansi melalui peluncuran layanan Internet Rakyat (IRA). Layanan ini diklaim sebagai fixed wireless access 5G 1,4 GHz pertama di dunia yang terintegrasi dengan jaringan backbone fiber milik perusahaan. Produk tersebut ditawarkan dengan harga Rp100 ribu untuk kecepatan hingga 100 Mbps, dengan sasaran memperluas penetrasi pasar melalui pendekatan harga terjangkau.
WIFI juga menargetkan pembangunan hingga 5.500 site jaringan aktif pada 2026 serta jangkauan lebih dari 5 juta pelanggan di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. Pengembangan ini didukung infrastruktur backbone perusahaan sepanjang hampir 7.000 kilometer, serta kemitraan dengan Qualcomm, Huawei, dan FiberHome.
Kinerja keuangan hingga September 2025 turut menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan meningkat 101 persen menjadi Rp1,01 triliun, sementara laba bersih naik 71 persen menjadi Rp260,09 miliar. Kenaikan ini disebut sejalan dengan penguatan aset dan ekuitas, mencerminkan ekspansi yang berjalan bersamaan dengan penguatan struktur permodalan.
Meski demikian, pergerakan saham WIFI masih berada dalam fase penyesuaian. Tekanan teknikal jangka pendek muncul bersamaan dengan perubahan struktur investor dan ekspansi bisnis yang masih berlangsung, membentuk fase transisi ketika harga tidak hanya dipengaruhi sentimen sesaat, tetapi juga proses penyesuaian terhadap arah bisnis yang tengah berkembang.