Riset Broadband Genie bertajuk Global Broadband Price League 2026 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan harga internet rumah termurah kedua di kawasan ASEAN. Studi ini membandingkan biaya layanan internet kabel di 214 negara.
Dalam riset tersebut, rata-rata harga internet rumah di Indonesia tercatat sebesar US$ 10,66 per bulan atau sekitar Rp 183.096 (kurs Rp 17.176 per dolar AS). Di Asia Tenggara, Indonesia berada tepat di bawah Vietnam yang menempati posisi pertama dengan rata-rata US$ 10,24 per bulan atau sekitar Rp 175.882.
Perbandingan rata-rata harga internet rumah di Asia Tenggara menurut riset itu adalah Vietnam US$ 10,24 per bulan, Indonesia US$ 10,66 per bulan, Thailand US$ 22,30 per bulan, Singapura US$ 30,74 per bulan, Filipina US$ 34,16 per bulan, dan Malaysia US$ 37,98 per bulan.
Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-12 dari 214 negara yang diteliti. Dalam daftar tersebut, sejumlah negara tercatat memiliki biaya internet rumah yang lebih rendah, antara lain Iran dengan US$ 2,61 per bulan, Ukraina US$ 5,35 per bulan, Ethiopia US$ 6,46 per bulan, Bangladesh US$ 7,38 per bulan, dan Mongolia US$ 7,41 per bulan.
Broadband Genie menyatakan temuan risetnya memberikan gambaran mengenai harga broadband di berbagai negara. Dalam laporan itu, Broadband Genie juga menilai temuan tersebut menunjukkan masih banyak orang yang belum memiliki akses internet berkecepatan tinggi yang terjamin.