BERITA TERKINI
Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI dan FTSE Russell, Investor Diminta Lebih Cermat Memilih Aplikasi Saham

Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI dan FTSE Russell, Investor Diminta Lebih Cermat Memilih Aplikasi Saham

Jakarta—Reformasi di pasar modal Indonesia mulai menunjukkan dampak di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 13,8% secara year to date (YTD). Tekanan eksternal, termasuk tensi geopolitik di Selat Hormuz, disebut turut membebani pergerakan harga saham. Namun, dari sisi infrastruktur dan tata kelola, pasar dinilai bergerak menuju sistem yang lebih canggih dan transparan.

MSCI dan FTSE Russell secara resmi mengakui perbaikan regulasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengakuan tersebut mencakup penguatan transparansi melalui pengungkapan kepemilikan di atas 1% serta penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC). Perubahan ini dipandang penting untuk meningkatkan kepercayaan investor profesional, baik domestik maupun global.

Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengimplementasikan skema Liquidity Provider untuk mempersempit bid-ask spread, dengan tahap awal pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti GGRM dan TKIM. Selain itu, hadirnya Danantara sebagai penyedia likuiditas institusional, dengan potensi dana dividen Rp140 triliun per tahun, disebut dapat memperdalam likuiditas pasar. Di sisi pasokan emiten, terdapat 16 rencana IPO yang didominasi sektor infrastruktur dan teknologi, seiring upaya mendorong pasar modal yang lebih kredibel dan efisien.

Dalam situasi yang dinamis, investor disebut membutuhkan pendekatan yang adaptif dan disiplin dalam manajemen risiko. Kebutuhan ini juga berimbas pada pemilihan platform transaksi yang menekankan kecepatan, keamanan, efisiensi biaya, serta kelengkapan fitur. Berikut rangkuman lima aplikasi saham yang disebut dalam data, beserta fitur utama dan catatan risikonya.

1) Pluang
Pluang menawarkan ekosistem multi-aset dengan klaim telah digunakan lebih dari 12 juta pengguna. Dalam satu aplikasi, pengguna dapat mengakses lebih dari 2.000 produk investasi, mencakup crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS. Disebutkan pula bahwa layanan ini berizin dan diawasi Bappebti, OJK, dan BI.

Fitur yang disorot mencakup akses ke 950+ saham Indonesia dalam satu ekosistem dengan aset lain, fitur analisis (Pro) seperti charting modern, stock screener, dan data finansial, serta promo biaya transaksi termasuk kebijakan biaya trading 0%. Pluang juga disebut bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai perusahaan efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II yang berizin dan diawasi OJK. Pada sisi fitur lanjutan, disebut adanya Pro Mode di Terminal Web yang mengintegrasikan fitur TradingView, serta fitur lain seperti signal & screeners, dan auto invest.

Catatan risiko: Harga saham dapat berfluktuasi. Pengguna diminta menyesuaikan pilihan saham dengan profil risikonya.

2) BNI Sekuritas (BIONS)
BIONS merupakan platform multi-investasi untuk transaksi saham BEI dan reksa dana melalui web dan mobile dalam satu ekosistem. Produk yang disebut mencakup akses ke seluruh saham yang tercatat di BEI dan reksa dana. Biaya yang dicantumkan adalah fee brokerage 0,15%–0,35% serta biaya transaksi 0,04%.

Platform ini disebut sesuai bagi investor dan trader yang membutuhkan akses saham BEI dan reksa dana melalui web dan mobile, dengan dukungan fitur seperti limit order dan auto-order untuk memudahkan eksekusi.

Catatan risiko: Investasi di pasar modal tetap berisiko karena harga saham dan/atau NAV reksa dana dapat naik turun. Investor juga perlu mempertimbangkan biaya transaksi dan pajak.

3) Mandiri Sekuritas (Growin’)
Growin’ adalah platform investasi dari Mandiri Sekuritas yang mendukung transaksi saham Indonesia, serta akses reksa dana dan obligasi dalam ekosistem digital. Disebutkan adanya integrasi akses melalui aplikasi mobile, web, serta Livin’ by Mandiri.

Salah satu fitur yang disorot adalah fasilitas Trade Now, Pay Later, yang memungkinkan peminjaman hingga 2,8× dari net cash dan 1,81× dari nilai portofolio. Platform ini disebut menyasar investor ritel yang menginginkan pengalaman trading cepat dan informatif, termasuk data pasar real-time, riset di aplikasi, serta tampilan Pro View untuk trader aktif.

Catatan risiko: Investasi saham berisiko karena harga dapat berfluktuasi. Penggunaan fasilitas marjin Trade Now, Pay Later menimbulkan kewajiban pembiayaan dan tunduk pada syarat dan ketentuan; nasabah diminta memahami ketentuan serta profil risiko sebelum menggunakan fasilitas tersebut.

4) IPOT (Indo Premier)
IPOT menyediakan perdagangan saham dan instrumen pasar modal melalui web dan aplikasi seluler. Fitur yang disebut meliputi eksekusi real-time dengan otomatisasi RoboTrading, tools charting, indikator teknikal, auto-orders, fitur chat, serta dukungan instrumen seperti saham, ETF, reksa dana, dan obligasi. Biaya trading yang dicantumkan adalah 0,14%++.

Platform ini disebut cocok bagi investor maupun trader yang memerlukan ekosistem pendukung seperti grafik real-time dan kalender aksi korporasi.

Catatan risiko: Pengguna tetap perlu memahami risiko pasar, termasuk fluktuasi harga saham/ETF dan risiko suku bunga obligasi, serta meninjau biaya transaksi dan kewajiban pajak sebelum bertransaksi.

5) BCA Sekuritas
BCA Sekuritas menyediakan layanan pialang untuk perdagangan saham/ETF di BEI serta akses instrumen pendapatan tetap seperti obligasi. Produk yang dicantumkan meliputi saham Indonesia, obligasi pemerintah dan korporasi, serta lebih dari 100+ reksa dana. Disebutkan pula dukungan fitur seperti limit order serta TP/SL.

Platform ini disebut sesuai bagi investor maupun trader yang membutuhkan kanal web dan mobile, termasuk fitur automatic order (Stop Loss/Take Profit), serta chart dan data pasar real-time.

Catatan risiko: Investasi pasar modal mengandung risiko, termasuk fluktuasi harga saham/ETF serta risiko tingkat bunga dan kredit pada obligasi. Investor disarankan meninjau biaya dan kewajiban pajak sebelum bertransaksi.

Tips memilih aplikasi saham
Investor disarankan memastikan aplikasi beroperasi melalui perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi OJK. Pertimbangan lain mencakup biaya transaksi (fee beli/jual), minimum setoran Rekening Dana Nasabah (RDN), fitur yang dibutuhkan, serta kejelasan keamanan data dan dana. Materi edukasi juga dapat dimanfaatkan untuk memahami cara kerja pasar dan fitur aplikasi sebelum berinvestasi, serta menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan (dividen, pertumbuhan, atau trading aktif).

Di tengah koreksi IHSG dan perubahan struktur pasar, penguatan transparansi yang diakui MSCI dan FTSE Russell, skema penyedia likuiditas BEI, serta potensi dukungan likuiditas institusional menjadi konteks yang perlu dicermati. Pada saat yang sama, pemilihan platform transaksi tetap perlu mempertimbangkan fitur, biaya, dan risiko sesuai kebutuhan masing-masing investor.