BERITA TERKINI
Program Kampung Internet Dorong Ekonomi, Pariwisata, dan Pembelajaran Digital di Desa Setanggor NTB

Program Kampung Internet Dorong Ekonomi, Pariwisata, dan Pembelajaran Digital di Desa Setanggor NTB

Program Kampung Internet yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong percepatan transformasi digital di desa, dengan dampak yang terlihat pada peningkatan ekonomi, pariwisata, serta akses pendidikan masyarakat.

Di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), program tersebut menghadirkan akses internet yang lebih stabil dan terjangkau, disertai pelatihan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi ini membantu pelaku usaha desa memperluas pemasaran secara daring dan meningkatkan produktivitas.

Kepala Desa Setanggor, Kamarudin, menyebut kehadiran internet menjadi pengungkit utama perekonomian desa. Ia mengatakan dalam delapan bulan terakhir, promosi digital turut mendorong peningkatan kunjungan wisata, termasuk pada kegiatan bazar kuliner yang ramai didatangi wisatawan dari luar daerah.

“Jaringan internet membuka peluang promosi lebih luas, terutama untuk pariwisata dan ekonomi kreatif desa,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (24/4).

Menurutnya, produk unggulan desa seperti kerajinan tangan dan kuliner khas kini semakin dikenal. Aktivitas ekonomi juga didukung sistem transaksi digital berbasis QRIS yang memudahkan wisatawan saat berbelanja.

Dampak konektivitas juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Isnawati (31) mengaku omzet harian meningkat seiring koneksi internet yang lebih stabil dengan biaya lebih terjangkau. Selain untuk usaha, akses internet dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan keluarga serta pembuatan konten promosi di media sosial.

Sebelum program berjalan, masyarakat setempat masih bergantung pada sistem voucher internet yang dinilai berbiaya tinggi dengan kualitas jaringan terbatas.

Di sektor pendidikan, konektivitas digital turut menunjang pembelajaran. Guru dan siswa kini dapat mengakses materi daring, kelas virtual, hingga informasi beasiswa. Guru Matematika SMPN 4 Praya Barat, Nurahid, mengatakan internet membantu kelancaran proses belajar, termasuk pelaksanaan ujian berbasis digital. Siswa juga memanfaatkan akses internet di sekolah untuk mencari referensi tambahan setelah jam belajar.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan Program Kampung Internet difokuskan pada penyediaan akses digital yang merata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. “Fokus akses diarahkan pada UMKM, rumah tangga, dan fasilitas publik di desa yang siap terhubung jaringan fiber optik,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Kemkomdigi juga memperkuat pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan penyerapan tenaga kerja lokal. Melalui skema Telcohub, masyarakat desa dilatih menjadi teknisi dan direkrut oleh penyedia layanan internet.

Hingga 2025, Program Kampung Internet telah menghadirkan 1.282 titik akses di 22 desa yang mencakup 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi, termasuk NTB. Program ini juga disebut mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni penetrasi broadband rumah tangga 50 persen, jangkauan fiber optik di 90 persen kecamatan, serta kecepatan internet hingga 100 Mbps pada 2029.