BERITA TERKINI
PPIH Arab Saudi Dorong Respons Cepat Aduan Jemaah lewat Aplikasi Kawal Haji

PPIH Arab Saudi Dorong Respons Cepat Aduan Jemaah lewat Aplikasi Kawal Haji

MADINAH — Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap aduan jemaah melalui kanal publik aplikasi Kawal Haji. Langkah ini dinilai diperlukan agar pelayanan di Tanah Suci berjalan optimal, nyaman, dan tidak berbelit.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026, Ichsan Marsha, saat memimpin apel pagi di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Selasa (28/4/2026) waktu setempat.

Ichsan meminta seluruh petugas mampu menyampaikan komunikasi yang menenangkan dan berorientasi pada solusi ketika menerima keluhan jemaah. Ia menilai proses berjenjang yang terlalu panjang justru berpotensi menambah keresahan.

“Kalau kita bicara dalam konteks komunikasi, kita perlu menyampaikan komunikasi yang menenangkan, solutif, dan tidak perlu berjenjang,” kata Ichsan.

Ia menjelaskan, aplikasi Kawal Haji yang disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjadi sarana penting untuk mendeteksi lebih awal berbagai persoalan yang dihadapi jemaah selama menjalankan ibadah haji. Karena itu, petugas diminta tidak saling melempar tanggung jawab atas aduan yang masuk.

Menurutnya, respons awal yang cepat tetap diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada jemaah, meski penyelesaian masalah masih dalam proses tindak lanjut.

“Setidaknya dengan hanya kita menyampaikan siap akan kami tindaklanjuti, itu sudah bisa memberikan rasa tenang,” ujarnya.

Selain penanganan aduan, PPIH Arab Saudi juga memperkuat kedisiplinan petugas untuk menciptakan ekosistem haji yang ramah bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Salah satu perhatian yang disoroti adalah kebiasaan berkerumun sambil merokok di area akomodasi, yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan bersama serta membahayakan lingkungan sekitar.

Ichsan menegaskan pelanggaran terhadap tata tertib akan ditindak tegas melalui pemanggilan dan pemberian peringatan keras.

“Termasuk tadi yang merokok, kita panggil dan kita berikan peringatan keras,” katanya.

Ia menyebut langkah disiplin tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenhaj untuk mewujudkan visi Tri Sukses Haji 2026, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pelayanan jemaah, dan sukses tata kelola petugas.

Seluruh petugas diminta terus menghadirkan pelayanan yang tertib, humanis, dan penuh tanggung jawab sejak jemaah tiba di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia.

“Kita tidak mentolerir hal-hal seperti ini karena poin yang ingin dihadirkan adalah bagaimana kita menjadi petugas yang tertib,” tegas Ichsan.