Program kompetitif BIMA dalam skema Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi mempertemukan sejumlah akademisi lintas disiplin untuk mengembangkan solusi pengolahan limbah cair batik yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Kolaborasi riset ini dipimpin Mega Mustikaningrum dari Politeknik Negeri Cilacap sebagai ketua tim.
Tim peneliti melibatkan Arnesya Ramadhani dari bidang Teknik Kimia, Yohanes Ragil Purnomo dari Teknik Mesin, serta Yoana Gita Pradnya Lengari dari Bahasa Inggris. Penguatan mutu dan arah strategis dilakukan melalui Tim Pengarah Mutu (TPM) yang dipimpin Mohamad Endy Julianto bersama Hermawan Dwi Ariyanto dari Universitas Diponegoro, yang disebut membawa perspektif industrial, process safety, dan integrasi teknologi.
Riset ini mengusung judul “Rekayasa Hydrogel Beads Berbasis Nanokristal Selulosa dari Limbah Cangkang Nipah Terintegrasi Fotokatalisis In Situ sebagai Solusi Pengolahan Limbah Cair Batik”. Fokus utamanya adalah merancang teknologi yang menggabungkan material berbasis biomassa dengan proses fotokatalisis untuk menangani berbagai parameter pencemar secara bersamaan.
Dalam paparan tim, limbah cair batik memiliki karakteristik kompleks. Nilai COD disebut berada pada rentang 1.000–5.000 mg/L dan BOD hingga 1.500 mg/L, yang dinilai melampaui baku mutu lingkungan. Limbah ini juga dilaporkan mengandung TSS tinggi, pewarna sintetis yang persisten, serta logam berat hingga 10 mg/L, sehingga berpotensi menjadi ancaman bagi ekosistem sungai dan kesehatan manusia. Metode konvensional dinilai belum mampu menangani kompleksitas tersebut secara simultan.
Melalui pendekatan integratif, tim mengembangkan hydrogel beads berbasis nanokristal selulosa (NCC) yang diperoleh dari limbah cangkang nipah. Material ini disebut memiliki kapasitas adsorpsi tinggi untuk menyerap zat warna dan logam berat. Komponen adsorpsi tersebut kemudian diintegrasikan dengan fotokatalisis in situ menggunakan material semikonduktor seperti TiO, yang ditujukan untuk mendegradasi senyawa organik menjadi bentuk non-toksik.
Riset ini juga menyoroti mekanisme regenerasi adsorben yang berlangsung secara simultan melalui paparan sinar UV/Vis dalam proses fotokatalisis. Dengan mekanisme tersebut, sistem diklaim tidak hanya menargetkan efektivitas pengolahan, tetapi juga efisiensi dan keberlanjutan penggunaan adsorben serta penekanan biaya operasional.
Saat ini, penelitian masih berada pada Tahap Kesiapan Teknologi (TKT) level 1–2, dengan rencana pengembangan menuju level 3. Tim menyusun tujuh tahapan penelitian, mulai dari sintesis NCC, pembentukan hydrogel beads, fabrikasi nano-TiO, hingga desain reaktor fotokatalisis dan integrasi proses.
Untuk luaran, tim menargetkan publikasi pada tahun pertama di Indonesian Journal of Chemistry, dilanjutkan publikasi pada tahun kedua di International Journal of Technology. Selain itu, riset ini juga menyiapkan laporan komprehensif serta studi kelayakan produk sebagai bagian dari upaya membangun fondasi teknologi yang dapat diadopsi industri.