BERITA TERKINI
Pemkab Jayawijaya Gelar Bimtek Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penerapan Aplikasi Srikandi

Pemkab Jayawijaya Gelar Bimtek Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penerapan Aplikasi Srikandi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Jayawijaya menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penerapan Aplikasi Srikandi di lingkungan Pemkab Jayawijaya.

Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Jayawijaya, Tinggal Wusono, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Jayawijaya, Thony M. Mayor. Acara berlangsung di ruang rapat Sekda Jayawijaya, Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (28/4/2026).

Mewakili Pemkab Jayawijaya, Tinggal Wusono menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bimtek serta menyambut kedatangan para narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (RI). Ia berharap materi yang diberikan dapat meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di Jayawijaya, khususnya dalam mengelola arsip digital secara terintegrasi, aman, dan efisien.

Dalam kesempatan itu, Tinggal menekankan pentingnya Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Menurutnya, regulasi tersebut menjadi keharusan bagi dunia kearsipan di Indonesia karena turut mengatur sanksi secara lengkap.

Ia menilai, keberadaan undang-undang ini diharapkan mendorong seluruh komponen bangsa—mulai dari unsur birokrasi, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat—agar lebih menghargai dan memperhatikan bidang kearsipan yang selama ini dinilai kerap dipandang sebelah mata.

Tinggal menyebut bimtek ini sebagai media strategis untuk memasyarakatkan bidang kearsipan sebagai bagian penting dalam pemerintahan di Kabupaten Jayawijaya. Ia juga menyoroti peran aplikasi Srikandi dalam mendukung penyelenggaraan kearsipan yang bermutu, menjamin penyelamatan bahan pertanggungjawaban nasional, serta menyediakan bahan pertanggungjawaban bagi kepentingan manajemen pemerintah dan pengembangan.

Menurutnya, penyelenggaraan kearsipan perlu mengacu pada standar nasional yang berlaku, sehingga arsip tidak hanya dipandang sebagai catatan sejarah, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen organisasi.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan arsip akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi karena arsip secara nyata mendukung kelancaran keseluruhan proses manajemen. Karena itu, ia berharap arsiparis di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mengelola arsip surat-menyurat dengan baik serta menyusun laporan arsip secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir sambutannya, Tinggal kembali menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh OPD dapat menerapkan Aplikasi Srikandi dalam administrasi surat-menyurat sehari-hari agar penyelenggaraan arsip di Kabupaten Jayawijaya menjadi lebih baik dan berbasis digital.