BERITA TERKINI
Pemkab Buleleng Ikuti Bimtek Aplikasi Perlinsos di Denpasar untuk Percepat Digitalisasi Bansos

Pemkab Buleleng Ikuti Bimtek Aplikasi Perlinsos di Denpasar untuk Percepat Digitalisasi Bansos

Pemerintah Kabupaten Buleleng mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan Aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Bali, Denpasar, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial.

Bimtek tersebut merupakan langkah strategis Pemprov Bali untuk mempercepat digitalisasi bansos agar penyalurannya lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran, termasuk melalui program uji coba (pilot project) digitalisasi bantuan sosial di daerah.

Dari Kabupaten Buleleng, sejumlah perangkat daerah hadir dalam kegiatan ini, antara lain Bappeda, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan kebutuhan koordinasi antarlembaga dalam pelaksanaan digitalisasi bansos.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial diperlukan untuk memperbaiki tata kelola pelayanan publik. Ia menyampaikan, sistem berbasis digital tidak hanya terkait penggunaan aplikasi, tetapi juga perubahan cara kerja pemerintah agar bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Transformasi digital dalam perlindungan sosial harus memastikan bantuan tepat sasaran, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kuncinya ada pada data yang valid dan terintegrasi,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarpemerintah daerah dan perangkat teknis agar implementasi Perlinsos berjalan efektif di lapangan.

Dalam bimtek tersebut, peserta memperoleh materi teknis dari sejumlah narasumber. Ega Kurnia Yazid memaparkan operasional Portal Perlindungan Sosial, Lady Diandra membahas strategi komunikasi dalam uji coba digitalisasi bansos, sementara M. Haekal Dzaky menyampaikan materi terkait inklusi keuangan sebagai pendukung ekosistem bantuan sosial digital.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Bali berharap implementasi Aplikasi Perlinsos dapat segera berjalan optimal dan menjadi fondasi dalam membangun sistem perlindungan sosial digital yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi di seluruh wilayah Bali.