Pemerintah Kabupaten Brebes tengah menelusuri dugaan beredarnya aplikasi presensi finger print fiktif di kalangan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah penelusuran ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengetahui dampaknya terhadap sistem kehadiran pegawai.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya aplikasi yang diduga dapat digunakan untuk presensi tanpa melalui prosedur semestinya. Pemkab Brebes kini memeriksa dugaan tersebut dengan menelusuri peredaran aplikasi dan penggunaannya di lingkungan ASN.
Penelusuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan akurasi pencatatan kehadiran. Pemkab Brebes belum merinci hasil pemeriksaan karena proses penelusuran masih berlangsung.