Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melakukan efisiensi anggaran internet. Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, anggaran yang semula sebesar Rp 2,56 miliar dipangkas menjadi Rp 1,9 miliar.
Pernyataan itu disampaikan Arief usai rapat bersama jajarannya di Ruang Pertemuan Setda Blora, Kamis (16/4/2026). Ia menjelaskan, anggaran internet tersebut sebelumnya dialokasikan untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Blora.
“Hari ini kita dengan rapat ya. Dari Rp 2,5 M ini sebenarnya untuk semua OPD dan kecamatan yang ada. Dan tadi saya minta untuk dilakukan efisiensi, nah ini ketemu di Rp 1,9 miliar. Nanti datanya dari OPD-OPD yang bisa kita efisiensi akan diberikan lebih detail,” kata Arief saat ditemui wartawan.
Dengan pemangkasan sekitar Rp 600 juta, Arief berharap langkah itu tidak berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. “Semoga tidak mengurangi pelayanan karena memang ini kan tersebar di semua OPD dan kecamatan,” ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, anggaran Rp 2,56 miliar digunakan untuk menunjang fasilitas internet di 18 dinas, 5 badan, 2 kantor, dan 16 kecamatan. Dari rincian tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapat Rp 426 juta untuk Internet Sharing dan Internet Main Gateway.
Alokasi terbesar berikutnya tercatat pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) sebesar Rp 173,5 juta, BPPKAD Rp 156 juta, Setda Rp 136 juta, dan Sekretariat Dewan (Sekwan) Rp 111 juta. Untuk tingkat kecamatan, Kecamatan Blora menjadi yang tertinggi dalam anggaran langganan internet, yakni Rp 61,6 juta.
Selain kebutuhan internet, sejumlah OPD juga menganggarkan aplikasi edit gambar dan video dalam paket anggaran internet. Berdasarkan data di sirup.inaproc.id, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora menganggarkan Capcut Pro, langganan Google AI Pro dan penyimpanan, langganan internet, serta langganan Canva Pro, dengan total pagu Rp 85.988.770.
Arief menyampaikan, setelah dilakukan efisiensi, anggaran yang semula direncanakan untuk langganan internet akan dialihkan sebagai tambahan untuk pembangunan koperasi kelurahan (kopkel) merah putih. Ia menyebut, dalam perubahan anggaran, Pemkab Blora akan menghitung kembali kebutuhan tersebut karena ada kebijakan baru.
“Nanti kan ini anggaran kita kurangi. Nanti di perubahan anggaran ini akan kita hitung, karena kan ada beberapa istilahnya kebijakan baru, tadi Pak Sekda baru menyampaikan bahwa Kopdes Kopkel Merah Putih itu nanti menjadi tanggung jawab APBD,” ujar Arief.
Menurut Arief, Pemkab Blora memiliki 24 kelurahan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Ia menambahkan, pembangunan satu koperasi kelurahan merah putih membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar.