Pemerintah mendorong pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai salah satu solusi untuk memodernisasi sektor pertanian di Indonesia. Upaya ini dinilai strategis untuk meningkatkan kinerja pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sektor tersebut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan adopsi teknologi terbaru, termasuk AI, menjadi langkah penting dalam menopang pertumbuhan pertanian nasional. Pernyataan itu disampaikan Nezar di Yogyakarta, Sabtu (11/04/2026).
Menurut Nezar, AI membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi hama dan penyakit tanaman lebih cepat, mengoptimalkan penggunaan lahan, serta mengotomatisasi proses perawatan tanaman.
Selain di tingkat budidaya, AI juga disebut berperan dalam memperkuat sistem distribusi dan ketahanan pangan. Melalui kemampuan analisis data, teknologi ini dapat memetakan jalur distribusi yang lebih efisien serta memprediksi ketersediaan pangan pada masa mendatang.
Namun, Nezar menekankan bahwa implementasi AI membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang memadai. Ia menilai konektivitas menjadi faktor fundamental karena AI bergantung pada data yang ditransfer melalui jaringan telekomunikasi.
Karena itu, pemerintah mempercepat pembangunan dan pemerataan jaringan telekomunikasi hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan akses internet yang setara di seluruh daerah, sehingga pemanfaatan AI dan teknologi digital lainnya dapat dirasakan lebih merata.
Pemerataan konektivitas juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di daerah, termasuk pengembangan UMKM serta peningkatan literasi dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
Ke depan, pemerintah juga berencana memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mendorong riset dan pengembangan inovasi AI yang lahir dari talenta dalam negeri.