BERITA TERKINI
Pasar Modal Dinilai Tangguh di Tengah Gejolak Global, Ini Pilihan Aplikasi Saham untuk Pemula 2026

Pasar Modal Dinilai Tangguh di Tengah Gejolak Global, Ini Pilihan Aplikasi Saham untuk Pemula 2026

Di tengah gejolak harga minyak global dan meningkatnya tensi dagang internasional, pasar modal Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketangguhan yang bertumpu pada kekuatan ekonomi domestik. Salah satu indikatornya adalah jumlah investor yang disebut telah melampaui 20 juta orang dan aktif di pasar modal.

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi, likuiditas pasar disebut tetap terjaga dengan nilai transaksi harian yang konsisten menembus Rp20 triliun. Kondisi ini diinterpretasikan sebagian pelaku pasar sebagai peluang akumulasi, disertai proyeksi reli hingga 10% pada tahun ini.

Optimisme tersebut turut dikaitkan dengan kebijakan fiskal agresif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah disebut telah mengucurkan dana Rp809 triliun di awal tahun sebagai stimulus perekonomian.

Salah satu program utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi Rp268 triliun. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan program ini akan mengaktifkan 27.000 pusat pelayanan di seluruh Indonesia yang disebut menyerap produk-produk lokal.

Aliran belanja program tersebut diproyeksikan berdampak ke petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dampak lanjutannya diperkirakan dapat mendukung kinerja emiten sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan konsumer karena basis permintaan yang lebih kuat.

Dukungan lain terhadap penguatan pasar domestik juga dikaitkan dengan Danantara, inisiatif yang dipimpin Rosan Roeslani dan Pandu Sjahrir. Danantara disebut mengelola dan mereinvestasikan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp140 triliun ke pasar domestik.

Di tengah berbagai sentimen tersebut, kebutuhan investor pemula terhadap platform investasi yang cepat, aman, hemat biaya, dan kaya fitur menjadi perhatian. Berikut rangkuman lima aplikasi saham yang disebut dapat menjadi pilihan pemula, beserta fitur dan catatan risikonya.

1. Pluang
Pluang disebut memiliki lebih dari 12 juta pengguna dan menawarkan ekosistem multi-aset. Dalam satu aplikasi, pengguna dapat mengakses lebih dari 2.000 produk investasi, termasuk crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia, reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS. Pluang disebut berada dalam pengawasan Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia.

Fitur yang disorot: akses lebih dari 950 saham Indonesia; fitur analisis (Pro) seperti charting modern, stock screener, dan data finansial; promo biaya trading 0%; top up melalui RDN BCA dan Bank Jago tanpa minimum deposit; serta beragam fitur tambahan seperti Pro Mode di Terminal Web dan fitur auto invest. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai perusahaan efek dan difasilitasi PT Sarana Santosa Sejati sebagai mitra pemasaran perantara pedagang efek level II.

Catatan risiko: harga saham dapat berfluktuasi signifikan sehingga pengguna disarankan menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko.

2. Mandiri Sekuritas (Growin’)
Growin’ merupakan platform dari Mandiri Sekuritas yang mendukung transaksi saham Indonesia serta menyediakan akses reksa dana dan obligasi dalam satu ekosistem. Aplikasi ini disebut terintegrasi dengan Livin’ by Mandiri dan dilengkapi data pasar real-time serta riset di aplikasi.

Fitur yang disorot: dukungan transaksi saham Indonesia melalui aplikasi mobile, web, dan integrasi Livin’ by Mandiri; serta fasilitas Trade Now, Pay Later yang memungkinkan peminjaman hingga 2,8 kali dari net cash dan 1,81 kali dari nilai portofolio.

Catatan risiko: saham berisiko fluktuasi harga, sementara fasilitas marjin menimbulkan kewajiban pembiayaan. Nasabah diminta memahami ketentuan dan profil risiko sebelum menggunakan fasilitas tersebut.

3. Valbury Sekuritas
Valbury Sekuritas dari PT KB Valbury Sekuritas berfokus pada perdagangan saham Indonesia melalui ekosistem digital. Layanan tersedia di Android, iOS, dan web serta ditujukan untuk memudahkan pembukaan rekening dan transaksi.

Fitur yang disorot: akses melalui aplikasi KB ARA; fitur seperti limit order, trailing stop, bracket order, TP/SL, dan fasilitas margin; serta akses ke seluruh saham di Bursa Efek Indonesia.

Catatan risiko: investasi saham tetap berisiko fluktuasi harga, disertai biaya dan ketentuan pajak. Investor diminta meninjau dokumen biaya dan menyesuaikan transaksi dengan profil risiko.

4. Semesta (Semesta Online Trading)
Semesta Online Trading menyediakan fasilitas perdagangan saham daring untuk mobile dan desktop. Platform ini ditujukan bagi investor dan trader yang membutuhkan akses transaksi saham BEI disertai informasi pasar.

Fitur yang disorot: akses ke lebih dari 1.000 saham IDX; transaksi via web dan mobile; fitur seperti AMO (After Market Order), alerts, dan pemantauan portofolio; serta fee trading berkisar 0,15%–0,25%.

Catatan risiko: pengguna tetap perlu memahami risiko pasar, meninjau biaya transaksi, serta ketentuan pajak sebelum bertransaksi.

5. MNC Sekuritas (MotionTrade)
MotionTrade menyediakan akses perdagangan saham di BEI serta partisipasi dalam aksi korporasi seperti rights issue (HMETD) dan instrumen warrants/waran terstruktur. Layanan tersedia di web dan aplikasi seluler.

Fitur yang disorot: akses ke saham BEI serta dukungan partisipasi dalam rights issue (HMETD) dan waran terstruktur melalui platform.

Catatan risiko: saham berpotensi fluktuatif, sementara rights dan waran terstruktur memiliki karakteristik dan risiko tersendiri. Investor disarankan memahami ketentuan, biaya, dan implikasi pajak sebelum bertransaksi.

Tips memilih aplikasi saham untuk pemula
Bagi investor pemula, beberapa hal yang disarankan untuk diperhatikan adalah memastikan aplikasi beroperasi melalui perusahaan sekuritas berizin dan diawasi OJK, menimbang biaya transaksi dan ketentuan setoran RDN, serta mengevaluasi fitur keamanan data dan dana. Investor juga disarankan memanfaatkan materi edukasi yang tersedia dan menyesuaikan pilihan aplikasi dengan tujuan investasi serta profil risiko.

Program MBG senilai Rp268 triliun dan inisiatif Danantara disebut diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi hingga 2026. Namun, keputusan investasi tetap menuntut kehati-hatian, termasuk pemahaman risiko dan pemilihan platform yang sesuai kebutuhan.