BERITA TERKINI
Pakar Keamanan Siber Ingatkan Risiko Transaksi Internet Banking di Akhir Pekan dan Hari Libur

Pakar Keamanan Siber Ingatkan Risiko Transaksi Internet Banking di Akhir Pekan dan Hari Libur

Jakarta: Transaksi digital melalui internet banking menjadi salah satu metode pembayaran yang banyak digunakan masyarakat. Namun, di balik kemudahannya, pengguna diminta meningkatkan kewaspadaan karena transaksi perbankan online tetap berisiko menjadi sasaran kejahatan siber.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengingatkan adanya kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko, salah satunya melakukan transaksi dalam jumlah besar pada akhir pekan atau hari libur. Menurutnya, periode tersebut kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan karena respons sistem perbankan dinilai tidak secepat pada hari kerja.

“Hati-hati bertransaksi besar pada saat weekend karena kejahatan digital umumnya dilakukan saat weekend dan kantor bank tutup. Jadi kalau melakukan pembayaran usahakan hari kerja dan besoknya tidak libur atau hari besar,” ujar Alfons.

Ia juga menyoroti kebiasaan pengguna yang mengandalkan mesin pencari saat mengakses layanan perbankan online. Alfons menilai hal ini berbahaya karena hasil pencarian dapat memunculkan tautan palsu atau situs phishing, termasuk melalui iklan.

“Jangan percaya dengan hasil Google Search. Karena terbukti banyak hasil Google Search dan iklan Google yang mengarahkan ke situs phishing,” katanya.

Selain memperhatikan cara mengakses layanan, pengguna juga disarankan memastikan perangkat yang dipakai untuk internet banking dalam kondisi aman. Penggunaan antivirus disebut sebagai salah satu langkah untuk membantu mencegah malware yang dapat mengalihkan akses ke situs palsu.

Alfons menekankan bahwa perlindungan keamanan digital perlu diperbarui seiring perkembangan ancaman. “Security is a process. Perlindungan yang hari ini aman tidak menjamin aman besok atau bulan depan. Selalu waspada dan jangan pernah over confidence dengan security,” ujarnya.

Ia mengingatkan pengguna untuk selalu memastikan alamat situs yang diakses benar-benar situs resmi bank, bukan halaman tiruan yang dirancang mencuri data login atau informasi transaksi. Pengguna juga diminta tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku sebagai petugas bank dan meminta kode verifikasi.

“Jangan mudah percaya kalau Anda dihubungi oleh siapapun yang mengaku CS bank atau kepala cabang bank sekalipun. Apalagi jika meminta OTP. Jangankan kepala cabang, Donald Trump sekalipun yang minta jangan Anda berikan,” kata Alfons.

Untuk mengurangi risiko salah akses, Alfons menyarankan agar alamat resmi internet banking disimpan di fitur bookmark atau favorites pada peramban, sehingga pengguna tidak perlu mencarinya melalui mesin pencari. Ia juga mengingatkan pengguna untuk memastikan tidak ada add-on atau ekstensi peramban yang tidak dikenal terpasang pada perangkat yang digunakan untuk transaksi keuangan.

Dengan meningkatnya aktivitas digital banking, kewaspadaan pengguna disebut menjadi faktor penting untuk mencegah pencurian data maupun penyalahgunaan rekening.