BERITA TERKINI
Nusuk Care di Madinah Buka 24 Jam untuk Bantu Jamaah Haji Atasi Kendala Aplikasi

Nusuk Care di Madinah Buka 24 Jam untuk Bantu Jamaah Haji Atasi Kendala Aplikasi

Madinah menyambut jamaah haji dengan berbagai layanan pendukung, salah satunya Nusuk Care yang disediakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Layanan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan jamaah, mulai dari kendala aplikasi hingga layanan kemanusiaan.

Berdasarkan keterangan di situs resmi Saudi Press Agency, Nusuk Care memiliki head office dan beberapa cabang, dengan pelayanan 24 jam selama musim haji. Layanannya mencakup bantuan masalah kartu dan aplikasi, layanan kemanusiaan dan navigasi seperti pencarian jamaah tersesat, serta layanan kesehatan dan psikologis.

Pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat, suarasurabaya.net mengunjungi head office Nusuk Care di Madinah untuk membantu jamaah yang mengalami masalah pada aplikasi Nusuk yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui aplikasi.

Head office tersebut berada di depan gerbang luar atau pagar Masjid Nabawi bernomor 352. Lokasinya berada di sisi barat, dekat akses menuju pemakaman Jannatul Baqi.

Setibanya di lokasi, pengunjung disambut petugas yang seluruhnya perempuan. Area layanan ini menyerupai service center pada umumnya, dengan enam meja dan komputer untuk melayani tamu, serta satu meja khusus bagi penyandang disabilitas.

Petugas akan menanyakan kebutuhan pengunjung. Jika keluhan terkait aplikasi Nusuk, petugas meminta data seperti visa, email, dan akun aplikasi Nusuk untuk membantu penanganan masalah.

Terkait kendala bahasa, jamaah disebut tetap dapat dilayani dengan bantuan Google Translate, sementara petugas tetap membantu proses penyelesaian masalah.

Di Madinah, Nusuk Care tersebar di beberapa lokasi. Selain head office, terdapat cabang di dalam area Masjid Nabawi. Layanan ini juga tersedia di Masjid Quba, Bandara Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz, dan Stasiun Kereta Api Haramain.

Mulai 2024, penggunaan identitas digital melalui aplikasi Nusuk dan kartu fisik Nusuk diberlakukan secara ketat bagi jamaah haji. Ketentuan ini tidak hanya berlaku di Madinah, tetapi juga untuk akses ke area suci seperti Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.