BERITA TERKINI
NSA Dilaporkan Gunakan Model AI Mythos Anthropic Meski Dilarang Pentagon

NSA Dilaporkan Gunakan Model AI Mythos Anthropic Meski Dilarang Pentagon

National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) dilaporkan menggunakan model kecerdasan buatan (AI) “Mythos Preview” buatan Anthropic. Penggunaan ini menjadi sorotan karena model tersebut telah dilabeli “berisiko” oleh Departemen Pertahanan AS, dan Pentagon melarang pemakaiannya di lingkungan militer.

Informasi tersebut dilaporkan outlet media Axios, mengutip keterangan dua sumber yang mengetahui praktik penggunaan model AI itu. Kabar ini mencuat beberapa hari setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, bertemu dengan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles dan sejumlah pejabat lainnya, yang dilaporkan membahas Mythos.

Menurut laporan yang sama, NSA disebut menjadi salah satu dari sekitar 40 organisasi yang diberi akses ke Mythos Preview oleh Anthropic. Model ini juga disebut telah digunakan lebih luas di lingkungan Departemen Pertahanan, meski statusnya masih diperdebatkan secara hukum.

Kontroversi bermula pada Februari lalu, ketika Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga pemerintah menghentikan penggunaan layanan Anthropic. Keputusan itu diambil setelah perusahaan menolak melonggarkan sejumlah pembatasan terkait penggunaan AI untuk keperluan militer, termasuk pengawasan massal domestik dan pengembangan senjata otonom.

Setelah itu, Pentagon menetapkan Anthropic sebagai “risiko rantai pasok” dan berupaya memutus hubungan kerja sama. Namun, di tengah upaya tersebut, NSA dilaporkan tetap memanfaatkan model AI dari perusahaan itu.

Mythos Preview merupakan bagian dari sistem AI Claude yang dikembangkan Anthropic sebagai pesaing ChatGPT dan Gemini. Model ini diperkenalkan sebagai model bahasa serbaguna dengan kemampuan yang menonjol di bidang keamanan siber.

Kemampuan tersebut menjadi sumber utama kekhawatiran. Berdasarkan laporan dan pernyataan perusahaan yang dirujuk, Mythos disebut mampu mengidentifikasi celah keamanan dalam berbagai sistem, menemukan bug lama, hingga berpotensi melakukan simulasi dan eksekusi serangan siber secara otomatis dalam skala besar.

Jika disalahgunakan, kemampuan itu dinilai dapat mempercepat dan memperluas serangan siber tanpa keterlibatan manusia secara langsung, sekaligus membuat serangan lebih sulit dideteksi dibanding metode konvensional. Kekhawatiran ini tidak hanya muncul di sektor pertahanan, tetapi juga di kalangan industri keuangan global.

Sejumlah menteri keuangan dan bankir dilaporkan turut menyoroti potensi risikonya. Dalam pertemuan International Monetary Fund di Washington DC pada pertengahan April, Mythos disebut menjadi salah satu topik pembahasan utama. Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne menyatakan isu ini cukup serius karena menghadirkan ancaman yang belum sepenuhnya dipahami.