BERITA TERKINI
NetBlocks: Pemadaman Internet Iran Jadi yang Terlama di Dunia untuk Skala Nasional

NetBlocks: Pemadaman Internet Iran Jadi yang Terlama di Dunia untuk Skala Nasional

Pemadaman internet di Iran disebut sebagai yang terlama yang pernah tercatat di dunia untuk skala nasional. Lembaga pengawas internet NetBlocks menyatakan pemutusan konektivitas di negara itu telah melampaui insiden serupa di negara lain dari sisi tingkat keparahan dan durasi.

Dalam unggahan di platform X pada Minggu (5/5/2026), NetBlocks menulis bahwa pemadaman internet nasional di Iran telah memasuki hari ke-37 berturut-turut, atau setara 864 jam. NetBlocks juga menyebut Iran menjadi negara pertama yang sempat memiliki konektivitas internet, lalu kehilangan konektivitas tersebut dengan kembali ke jaringan nasional.

Sejak serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026, Iran dilaporkan hampir sepenuhnya memblokir akses internet. Pemerintah di Teheran disebut memutus jaringan untuk menekan arus informasi, yang berdampak pada kesulitan warga berkomunikasi dan mengakses informasi.

Laporan The Guardian pada 2 Maret 2026 menyebutkan, kondisi itu membuat telepon seluler hanya berfungsi di dalam negeri, sementara koneksi Iran ke dunia luar terputus. Selain kebijakan pemerintah, sebagian kecil pemadaman juga dikaitkan dengan kerusakan infrastruktur akibat serangan AS-Israel yang berdampak pada kabel serat optik.

Pemadaman kali ini menjadi yang kedua pada 2026 setelah insiden serupa pada Januari. Iran sebelumnya mematikan total akses internet pada 8 Januari 2026, beberapa minggu setelah meningkatnya protes anti-pemerintah terkait nilai mata uang. Pemutusan total tersebut berlangsung hampir tiga minggu hingga pemerintah melonggarkan pembatasan akses internet pada 28 Januari 2026.

Amnesty International menilai pemadaman internet nasional bertujuan menyembunyikan skala sebenarnya dari pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan berat berdasarkan hukum internasional untuk menghentikan protes. Pemadaman tersebut terjadi di tengah protes yang meluas dan penindakan keras pemerintah yang penuh kekerasan.

Menurut Royal Institute of International Affairs, Iran telah menggunakan pemadaman digital sebagai respons terhadap demonstrasi di masa lalu, terutama pada 2019 dan 2022. Namun, pemadaman pada 2026 disebut jauh lebih parah dan canggih dibanding sebelumnya, bahkan menargetkan intranet domestik Iran.

Pemadaman ini dilaporkan secara bersamaan memutus akses internet warga sipil serta membatasi akses ke telepon dan pesan teks. Di sisi lain, disebutkan masih memungkinkan bagi para pemimpin pemerintahan untuk tetap menggunakan media sosial seperti X dan Telegram.