Media sosial telah melahirkan banyak bintang instan. Dalam waktu singkat, seseorang bisa viral lewat TikTok, YouTube, atau tren tertentu, lalu mendapat tawaran promosi hingga tampil di televisi. Namun, popularitas mendadak tidak selalu berakhir manis. Saat tren berganti, tidak semua figur viral mampu mempertahankan eksistensinya.
Fenomena Citayam Fashion Week yang sempat ramai di kawasan Dukuh Atas menjadi salah satu contoh bagaimana perhatian publik bisa mengangkat nama baru. Salah satu sosok yang ikut tersorot adalah Roy, remaja yang viral setelah wawancara soal hubungannya dengan Jeje. Roy yang memiliki nama Aji Alfiandi mengaku pernah meraup penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp5 juta per hari dari endorse fashion. Ia menyebut uang tersebut digunakan untuk membantu keluarga, membayar sewa rumah, serta biaya sekolah adiknya. Roy juga sempat menjadi perbincangan ketika menolak beasiswa dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, karena ingin fokus bekerja membantu ayahnya.
Nama Rahmawati Kekeyi Putri Cantika atau Kekeyi melejit lewat video tutorial makeup menggunakan balon berisi air. Konten tersebut membuatnya viral dan membuka peluang kolaborasi dengan beauty influencer hingga artis. Kekeyi juga merilis lagu “Keke Bukan Boneka” yang sempat trending, meski kemudian menuai kontroversi karena diduga memiliki kemiripan dengan lagu “Aku Bukan Boneka” milik Rinni Wulandari. Meski tidak sefenomenal sebelumnya, Kekeyi masih aktif membuat konten di YouTube, termasuk dengan konsep cosplay dan beragam karakter.
Tren joget “Jamet” juga pernah merajai TikTok dan melahirkan sejumlah figur viral. Salah satunya Boji atau Muhammad Tohir, yang dikenal lewat gaya menari unik di atas galon dan toples. Ia sempat diundang ke televisi serta muncul di konten YouTube kreator besar. Namun seiring tren meredup, namanya kini jarang terdengar.
Hal serupa dialami Udin Bara Bere yang viral lewat joget dengan lagu “Jar of Hearts”. Ia bahkan sempat diundang ke rumah Raffi Ahmad di Andara. Kini, akun TikTok miliknya sudah lama tidak diperbarui dan kabarnya ia fokus menyelesaikan sekolah.
Sejumlah figur lain menunjukkan perjalanan yang berbeda. Risa yang viral lewat kata “culametan” sempat mendapat kontrak agensi dan tampil di televisi, tetapi kini lebih fokus pada pendidikan dan jarang membuat konten viral. Di sisi lain, DJ Tessa Morena justru mampu menjaga eksistensinya. Ia dikenal viral lewat jargon “Aduh Aduh” saat live streaming dan kini rutin tampil di berbagai klub besar.
Ada pula Dewi yang meski tidak lagi berada di puncak viral, memilih fokus mengembangkan bisnis galon air minum dan tetap aktif membuat vlog.
Perjalanan para figur viral ini menunjukkan bahwa tren bisa datang dan pergi dengan cepat. Mereka yang mampu beradaptasi, mengelola peluang, dan membangun citra diri biasanya memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan lebih lama di tengah perubahan perhatian publik.