BERITA TERKINI
SUSE Rilis Alat Penilaian Kedaulatan Cloud, Klaim Audit Bisa Selesai Kurang dari 20 Menit

SUSE Rilis Alat Penilaian Kedaulatan Cloud, Klaim Audit Bisa Selesai Kurang dari 20 Menit

Isu kedaulatan digital semakin mengemuka seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan. Menjawab kebutuhan tersebut, SUSE meluncurkan Cloud Sovereignty Framework Self Assessment, sebuah alat berbasis web yang diklaim dapat membantu perusahaan menilai kesiapan menuju Sovereign AI dalam waktu kurang dari 20 menit.

Alat ini dirancang mengacu pada EU Cloud Sovereignty Framework 2025, kerangka kerja yang disebut mulai banyak dijadikan rujukan regulator global untuk mengukur tingkat kemandirian digital organisasi.

Peluncuran ini hadir di tengah meningkatnya regulasi terkait kedaulatan digital di berbagai negara Asia Pasifik. Dalam situasi tersebut, perusahaan dinilai berisiko kehilangan kelayakan operasional apabila tidak memiliki kontrol terlokalisasi atas infrastruktur AI dan data yang mereka kelola.

Head of Global Sovereign Solutions SUSE, Andreas Prins, menyebut banyak organisasi masih menghadapi persoalan mendasar dalam memahami posisi mereka terkait kedaulatan digital. Ia menilai kondisi itu kerap menimbulkan “black box” yang berpotensi menyembunyikan risiko signifikan.

Menurut Prins, Sovereign AI tidak dapat berjalan tanpa fondasi cloud yang berdaulat. Ia menekankan bahwa model AI baru bisa disebut otonom jika infrastruktur cloud yang mendukungnya menyediakan residensi data yang terlokalisasi serta kontrol operasional yang memadai.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa kendali tersebut, perusahaan dapat menghadapi sejumlah risiko, mulai dari ketergantungan pada satu vendor, yurisdiksi eksternal atas data, hingga celah pada keamanan rantai pasok.

SUSE menyatakan salah satu keunggulan alat ini adalah penyederhanaan proses audit yang sebelumnya rumit dan manual menjadi evaluasi otomatis berbasis web. Dalam waktu sekitar 20 menit, pengguna dapat memperoleh skor Sovereignty Effective Assurance Level (SEAL) yang memetakan kesiapan dalam lima level, dari SEAL 0 hingga SEAL 4.

Skor tersebut dihitung berdasarkan delapan tujuan kedaulatan utama, termasuk aspek seperti keamanan rantai pasok dan otonomi operasional. Dengan hasil itu, organisasi dapat melihat kesenjangan antara kondisi saat ini dan standar yang dibutuhkan, misalnya untuk memenuhi persyaratan dalam kontrak sektor publik internasional.

Di sisi keamanan data, SUSE menekankan pendekatan privacy-first. Hasil penilaian disebut hanya tersimpan di browser pengguna dan tidak dikirim ke server eksternal. Pendekatan ini diposisikan relevan bagi organisasi di Asia Pasifik dengan kebutuhan keamanan tinggi, terutama di sektor pemerintahan, keuangan, dan infrastruktur kritis.