MyRepublic Indonesia resmi meluncurkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) terbaru bernama MyRepublic Air pada 14 April 2026. Layanan ini disebut sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperluas akses internet berkualitas ke wilayah di luar kota-kota besar.
Peluncuran dilakukan setelah MyRepublic Air dinyatakan lolos Uji Layak Operasi (ULO) di sembilan zona oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Uji tersebut menjadi penanda kesiapan jaringan dan kualitas layanan untuk digunakan secara komersial.
Pada tahap awal, MyRepublic menargetkan perluasan ke 180 kota. Dari jumlah itu, 90 kota disebut telah siap secara infrastruktur dan akan dioperasikan secara bertahap.
Saat ini, layanan MyRepublic Air sudah dapat dipesan di empat kota, yakni Bali, Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Makassar. Perusahaan menyatakan cakupan layanan akan terus diperluas ke wilayah Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
Chief Sales & Marketing MyRepublic Indonesia, Iman Syahrizal, menyebut peluncuran ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan akses digital di Indonesia. “Kami percaya akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi fondasi untuk membuka peluang. Melalui MyRepublic Air, kami ingin memastikan lebih banyak masyarakat dapat terhubung dan berkembang tanpa batasan lokasi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
MyRepublic Air mengandalkan teknologi nirkabel yang memungkinkan penyediaan internet cepat dan stabil tanpa ketergantungan pada jaringan kabel. Dengan pendekatan ini, layanan dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau berbagai kondisi geografis.
Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan kualitas jaringan menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan tersebut. “Keberhasilan lulus ULO menunjukkan bahwa MyRepublic Air dibangun dengan standar tinggi, tidak hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga konsistensi dan keandalan jaringan,” katanya.
Selain menghadirkan konektivitas, MyRepublic Air juga diharapkan mendukung transformasi digital nasional, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan akses pendidikan berbasis digital.
Dalam aspek layanan, MyRepublic Indonesia menggandeng PT Rintis Sejahtera sebagai pengelola Jaringan PRIMA untuk memperkuat sistem pembayaran pelanggan. Vice President Director PT Rintis Sejahtera, Suryono Hidayat, mengatakan kolaborasi ini ditujukan untuk mempermudah transaksi pelanggan. “Kerja sama ini memberikan kemudahan pembayaran yang praktis, aman, dan fleksibel melalui berbagai kanal, baik perbankan maupun platform digital,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini dapat melakukan pra-registrasi melalui situs resmi MyRepublic Air.