Antrean panjang di rumah sakit yang selama ini kerap dikeluhkan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini dinilai mulai teratasi melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Digitalisasi layanan yang dikembangkan BPJS Kesehatan memungkinkan peserta memantau dan mengambil nomor antrean secara daring, sehingga waktu tunggu di fasilitas kesehatan dapat ditekan.
Pengalaman itu dirasakan Ngafifatudiyana (28), warga Bedil Kulon RT 1/1 Tegal Sari, Adimulyo, Kebumen, yang akrab disapa Afifa. Saat menjalani pemeriksaan di Klinik Bedah Onkologi RS PKU Muhammadiyah Gombong, Afifa mengaku terbantu oleh fitur Antrean Online pada Mobile JKN. Sebagai peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia menilai proses berobat menjadi lebih praktis dibanding sebelumnya.
“Dulu, antre di rumah sakit itu melelahkan. Harus datang sangat pagi hanya untuk ambil nomor, lalu menunggu berjam-jam sampai dipanggil. Sekarang benar-benar berubah total sejak pakai Mobile JKN,” kata Afifa, Kamis (07/05/2026).
Menurut Afifa, dengan sistem antrean daring ia tidak perlu lagi berangkat lebih awal hanya untuk mengambil nomor. Melalui ponsel, ia dapat memantau nomor antrean secara real-time dari rumah atau lokasi lain.
Ia juga menyebut pendaftaran untuk jadwal kontrol berikutnya dapat dilakukan segera setelah pemeriksaan dokter selesai. “Begitu selesai diperiksa dokter, saya langsung daftar untuk kontrol selanjutnya lewat aplikasi saat itu juga. Prosesnya kilat, tidak perlu lagi menunggu di loket antrean fisik,” ujarnya.
BPJS Kesehatan menyebut Mobile JKN dirancang sebagai “kantor cabang dalam genggaman”. Selain Antrean Online, aplikasi ini menyediakan layanan administrasi mandiri, antara lain pengecekan status kepesertaan, perpindahan fasilitas kesehatan (faskes), melihat riwayat pelayanan, hingga skrining kesehatan mandiri.
“Terima kasih BPJS Kesehatan. Sekarang akses layanan kesehatan jadi tanpa ribet, praktis, dan sangat cepat,” kata Afifa.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan yang cepat, praktis, dan efisien. Ia menegaskan fitur antrean online ditujukan untuk meminimalkan waktu tunggu di fasilitas kesehatan.
“Fitur antrean online kami hadirkan agar waktu tunggu di fasilitas kesehatan dapat diminimalkan. Peserta punya kendali atas waktunya sendiri karena jadwal pelayanan bisa dipantau langsung dari HP,” ujar Dina.
Dina menambahkan, BPJS Kesehatan akan terus mengembangkan terobosan digital guna meningkatkan kualitas layanan, dengan harapan tidak ada lagi anggapan bahwa berobat menggunakan JKN rumit atau memakan waktu lama.