BERITA TERKINI
Mimika Luncurkan Aplikasi Pendidikan Digital pada Hardiknas 2026, Dorong Inovasi Bisa Direplikasi

Mimika Luncurkan Aplikasi Pendidikan Digital pada Hardiknas 2026, Dorong Inovasi Bisa Direplikasi

Mimika — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Mimika dimanfaatkan untuk mendorong inovasi di sektor pendidikan melalui peluncuran aplikasi pendidikan digital di SD Inpres Koperapoka 1, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (2/5/2026).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut untuk mendampingi Kepala Dinas Pendidikan sekaligus memberikan dukungan terhadap inovasi yang dilakukan pihak sekolah.

Menurut Slamet, peluncuran aplikasi itu tidak sekadar menjadi bagian dari seremonial Hardiknas, tetapi juga langkah maju yang perlu diapresiasi. Ia menilai aplikasi yang dipresentasikan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.

Slamet menekankan agar inovasi yang lahir dari satu sekolah tidak berhenti di tempat, melainkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Mimika. Ia menyebut replikasi inovasi penting agar kemajuan dapat dirasakan oleh lebih banyak satuan pendidikan.

Selain sektor pendidikan, Slamet juga mendorong pendekatan serupa untuk bidang lain, seperti kesehatan. Ia mencontohkan, layanan inovatif yang terbukti efektif di satu puskesmas dapat diterapkan di puskesmas lainnya.

Ia turut menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan, termasuk pemerataan inovasi, agar kemajuan dapat dirasakan di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.

Dalam kesempatan itu, Slamet menyampaikan bahwa Dukcapil Mimika telah mengembangkan layanan berbasis digital yang terintegrasi dengan sektor lain, termasuk layanan kesehatan di puskesmas. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan daerah.

Slamet juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah menyiapkan agenda Mimika Innovation Week 2026 yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, sektor kesehatan, dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas ruang inovasi dan memperkuat kolaborasi antarsektor.

Ia berharap melalui agenda itu, jumlah inovasi yang tercatat dalam Sistem Informasi Riset Daerah (SIRIDA) dapat meningkat, sekaligus membuat potensi inovasi di Mimika lebih terlihat.

Slamet menegaskan inovasi perlu didukung melalui pembinaan, pendanaan, serta perlindungan hak kekayaan intelektual. Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial untuk mengenalkan inovasi kepada masyarakat.

Di akhir kegiatan, Slamet berharap inovasi yang lahir di Mimika dapat memberi dampak lebih luas, tidak hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga Papua Tengah dan Tanah Papua.