BERITA TERKINI
Menkomdigi Meutya Hafid: Perlindungan Anak di Internet Dimulai dari Keluarga, Tak Cukup Mengandalkan Regulasi

Menkomdigi Meutya Hafid: Perlindungan Anak di Internet Dimulai dari Keluarga, Tak Cukup Mengandalkan Regulasi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital semestinya dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengajak perempuan Indonesia untuk memperkuat peran rumah sebagai garis pertahanan utama dalam menghadapi berbagai risiko penggunaan internet.

Meutya menyatakan, regulasi pemerintah serta kepatuhan platform digital memang penting, namun belum memadai tanpa keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak saat mengakses dunia digital.

“Meskipun pemerintah sudah meregulasi platform, tetapi tidak akan cukup kalau orang tua di rumah tidak aktif menjaga anak-anak,” tegas Meutya dalam Upacara Peringatan Hari Kartini di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

Komitmen memperkuat perlindungan anak di ranah digital, menurut Meutya, juga diwujudkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan tersebut diterbitkan Presiden sebagai dasar untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak di Indonesia.

“PP TUNAS ini diterbitkan oleh Bapak Presiden dengan semangat melindungi dan mencintai anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Meutya menambahkan, perlindungan anak menjadi bagian dari visi “Terjaga” Kementerian Komdigi, yang menempatkan perempuan, khususnya ibu, sebagai ujung tombak dalam menjaga ketahanan keluarga.

“Upaya menjaga ini memang dekat tugasnya dengan ibu-ibu untuk menjaga keluarga. Terjaga adalah memastikan anak-anak dan keluarga terlindungi,” jelasnya.

Selain di dalam keluarga, ia juga mendorong perempuan berperan aktif di lingkungan sekitar sebagai penggerak perlindungan anak, termasuk dengan menyediakan kegiatan alternatif di luar dunia digital. Meutya menilai nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan era digital.

“Mari kita ajak anak-anak kita keluar dan bermain bersama anak-anak di lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.