BERITA TERKINI
Mengenal Potensi Bencana di Bali lewat Aplikasi inaRISK BNPB

Mengenal Potensi Bencana di Bali lewat Aplikasi inaRISK BNPB

Bencana tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Namun, potensi bencana tetap nyata sehingga penguatan langkah-langkah mitigasi menjadi hal yang krusial. Di era digital, masyarakat kini lebih mudah mengakses informasi potensi kebencanaan di Indonesia, termasuk di Bali.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan aplikasi dan platform inaRISK. InaRISK dirancang sebagai platform pengkajian risiko bencana agar masyarakat dapat mengetahui tingkat bahaya, kerentanan, dan risiko bencana di suatu wilayah, termasuk lingkungan tempat tinggal.

Berikut cara mengetahui potensi bencana di Bali melalui aplikasi inaRISK.

1. Pasang aplikasi inaRISK
Langkah awal adalah memasang atau menginstal aplikasi inaRISK di gawai. Setelah terpasang, pengguna dapat memilih untuk masuk (log in). Jika tidak ingin masuk sebagai pengguna permanen, tersedia opsi masuk sebagai tamu.

2. Cek potensi bahaya di sekitar lokasi
Pada umumnya, inaRISK akan menampilkan titik lokasi pengguna secara langsung atau real time. Jika lokasi yang muncul tidak sesuai, pengguna bisa melakukan pencarian secara mandiri dengan mengetik alamat atau titik lokasi saat ini.

Setelah lokasi tertera, pengguna dapat menekan kolom berwarna oranye dengan tanda peringatan yang menampilkan jumlah potensi bahaya di sekitar. Dari menu tersebut, akan muncul informasi bahaya bencana yang ada di sekitar lokasi.

Bagian bawah layar menampilkan jenis bencana serta kelas bahayanya (tingkat). Pengguna juga dapat memilih opsi “lihat mitigasi” untuk mengetahui langkah-langkah mitigasi.

3. Pelajari langkah-langkah mitigasi
Setelah memilih “lihat mitigasi”, aplikasi akan menampilkan tahapan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan sesudah kejadian. Selain itu, pengguna dapat memeriksa bagian notifikasi untuk tiap kategori bencana. Notifikasi ini diperbarui secara real time.

Dengan memanfaatkan inaRISK, masyarakat dapat meluangkan waktu untuk mengenali potensi bencana di sekitarnya sekaligus memahami panduan mitigasi yang tersedia. Tetap tenang, tidak panik, dan selalu waspada terhadap situasi.