BERITA TERKINI
Mengapa Kuota Internet Bisa Hangus? Ini Perbedaan Teknisnya dengan Token Listrik

Mengapa Kuota Internet Bisa Hangus? Ini Perbedaan Teknisnya dengan Token Listrik

Perdebatan soal perbandingan kuota internet dan token listrik kembali mengemuka di ruang publik. Sejumlah masyarakat mempertanyakan mengapa sisa kuota data tidak bisa digunakan tanpa batas waktu, sementara token listrik tetap dapat dipakai selama masih tersisa.

Meski terlihat serupa sebagai layanan prabayar, kuota internet dan token listrik berdiri di atas sistem yang berbeda secara teknis, ekonomis, dan regulatif. Perbedaan utamanya terletak pada cara kerja infrastruktur yang menopang layanan energi dan layanan digital.

Token listrik: pembelian energi yang tersisa bisa terus dipakai

Token listrik pada dasarnya merupakan representasi pembelian energi dalam satuan kilowatt hour (kWh) yang diproduksi dan disalurkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selama energi tersebut belum habis dikonsumsi, pelanggan tetap dapat menggunakannya karena energi adalah komoditas yang dikirim untuk dipakai hingga mencapai titik nol.

Dalam sistem listrik prabayar, sisa energi tetap tercatat sebagai hak konsumsi pelanggan. Hal ini berkaitan dengan sifat energi yang terukur dan tidak bergantung pada pembagian simultan antarpengguna dalam satu detik yang sama.

Kuota internet: hak akses atas kapasitas jaringan dalam periode tertentu

Berbeda dengan token listrik, kuota internet bukan barang fisik maupun konten. Kuota didefinisikan sebagai hak akses atas kapasitas jaringan dalam periode tertentu, berdasarkan alokasi sumber daya jaringan.

Dalam literatur telekomunikasi, bandwidth dipahami sebagai sumber daya jaringan yang dialokasikan secara dinamis. Sumber daya ini dibagi secara waktu nyata (real-time) di antara banyak pengguna yang terhubung pada jaringan yang sama.

Alokasi bandwidth bersifat real-time dan tidak dapat dipindahkan

Lillian Goleniewski (2007) dalam buku Telecommunications Essentials menjelaskan bahwa bandwidth adalah resource jaringan yang dialokasikan mengikuti pola trafik. Kapasitas jaringan memiliki karakteristik yang bergantung pada waktu penggunaan.

Artinya, kapasitas yang tidak terpakai pada satu waktu tidak dapat dipindahkan ke waktu lain. Hal ini terjadi karena sistem jaringan bekerja secara real-time dan berbasis pada pembagian simultan antar pelanggan dalam satu infrastruktur yang sama.