Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) meraih dua penghargaan dalam ajang Flutter Fusion Competition 2026, kompetisi pengembangan aplikasi berbasis Flutter tingkat nasional.
Penghargaan pertama diraih melalui aplikasi “Teman Keluarga” yang meraih Juara 2. Aplikasi ini dikembangkan oleh Alexander Erick, Kevin Jonathan Halim, dan Jenny Elizabeth Alim. “Teman Keluarga” menyoroti isu perawatan lansia serta keterlibatan keluarga, dengan menghadirkan sejumlah fitur seperti Medication Reminder, SOS Button, Memory Book, hingga Friend with AI.
Sementara itu, ISTTS juga meraih Juara 3 lewat “Belajar Bareng App” yang dikembangkan Given Lee dan Adeltrudo Donal. Aplikasi tersebut menawarkan Learning Management System (LMS) dengan autentikasi multi-peran, sistem akademik terintegrasi, AI-powered quiz berbasis Gemini, serta Real-Time GPS Tracking untuk mendukung efektivitas pembelajaran.
Kepala Humas ISTTS Mas Rara Dwi Yanti menyatakan capaian tersebut menunjukkan mahasiswa ISTTS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Prestasi mahasiswa ini menegaskan bahwa generasi muda Surabaya memiliki potensi besar dalam dunia teknologi, khususnya di bidang pengembangan aplikasi,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Ia menilai kompetisi tersebut memberi dampak positif bagi penguatan ekosistem talenta digital di Indonesia, sekaligus mendorong peran perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi dan inovasi aplikasi. “Ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan talenta digital di Indonesia,” ujarnya.
Dalam kompetisi yang sama, peringkat pertama diraih Unesa melalui karya “Pemburu Biji”, yang menawarkan solusi kesehatan terpadu berbasis Artificial Intelligence (AI) dan teknologi cloud.