BERITA TERKINI
Mahasiswa BBK-7 UNAIR dan Kampung Dolanan Gelar Program Sehari Tanpa Gadget di SDN 26 Gresik

Mahasiswa BBK-7 UNAIR dan Kampung Dolanan Gelar Program Sehari Tanpa Gadget di SDN 26 Gresik

Mahasiswa Kelompok BBK-7 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Prambangan berkolaborasi dengan komunitas Kampung Dolanan menggelar program “Sehari Tanpa Gadget” di SDN 26 Gresik, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran alternatif berbasis permainan tradisional bagi siswa sekolah dasar, dengan tujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus mendorong aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pendidikan karakter melalui metode yang menyenangkan.

Salah satu tim BBK-7 UNAIR Prambangan, Harith Fajar Al Furqan, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari hasil observasi dan wawancara dengan guru serta orang tua. Temuan mereka menunjukkan tingginya penggunaan gawai pada anak, sementara permainan tradisional semakin jarang dimainkan.

“Melalui program Sehari Tanpa Gadget, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang berbeda bagi anak-anak. Tidak hanya sebagai sarana bermain, permainan tradisional juga mampu melatih kerja sama, sportivitas, serta meningkatkan aktivitas fisik anak secara alami,” ujar Harith.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan siswa kelas I hingga VI melalui enam pos permainan tradisional: egrang bambu, aboba, boy-boyan, kopral, wenga Papua, dan lompat tali. Setiap kelas bergantian mengunjungi seluruh pos dengan durasi 15 menit di masing-masing pos.

Sebelum rangkaian permainan dimulai, mahasiswa BBK-7 UNAIR Prambangan bersama fasilitator dari Kampung Dolanan memberikan sosialisasi singkat tentang pentingnya membatasi penggunaan gawai. Mereka juga mendemonstrasikan aturan permainan di setiap pos. Fasilitator Kampung Dolanan, Cak Mus, menekankan perlunya pengenalan permainan tradisional sejak dini sebagai bagian dari pelestarian budaya. “Salah satu cara terbaik untuk melestarikan permainan tradisional yaitu memperkenalkannya sejak dini,” katanya.

Sepanjang kegiatan, antusiasme siswa tampak melalui kerja sama tim, sportivitas, dan interaksi sosial yang intens. Seorang guru sekolah menyampaikan apresiasi atas program tersebut. “Kami berterima kasih karena anak-anak sudah dikenalkan dengan permainan tradisional. Saat ini anak-anak lebih cenderung bermain gadget, padahal permainan tradisional sangat baik untuk kesehatan motorik dan perkembangan sosial mereka,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa BBK-7 UNAIR Prambangan berharap “Sehari Tanpa Gadget” dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang berkelanjutan di sekolah dasar. Kegiatan tersebut juga disebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman, serta SDGs poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi mahasiswa dengan komunitas Kampung Dolanan.